LANGIT7.ID-Jakarta; Timnas Inggris berada dalam posisi sulit setelah tertinggal 0-1 dari Timnas Republik Demokratik Kongo pada babak pertama laga 16 besar Piala Dunia di Atlanta Stadium, Atlanta, Rabu (1/7/2026) malam WIB. Satu gol cepat Cipenga membuat salah satu tim favorit juara untuk sementara berada di ambang kejutan besar.
DR Kongo langsung mengejutkan Inggris pada menit ketujuh. Berawal dari umpan silang dari sisi kanan, lini belakang Inggris gagal mengantisipasi pantulan bola. Cipenga yang berdiri tanpa kawalan di dalam kotak penalti dengan tenang mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan keras ke pojok kiri bawah gawang yang tak mampu dibendung Jordan Pickford.
Gol tersebut membuat Inggris tampil di bawah tekanan. Selain kesalahan koordinasi lini belakang, Pickford juga menjadi sorotan karena gagal menutup ruang di tiang dekat saat mengantisipasi penyelesaian Cipenga.
Tertinggal satu gol, pasukan Thomas Tuchel berusaha mengambil alih permainan. Marcus Rashford, Jude Bellingham, Declan Rice, hingga Harry Kane silih berganti menekan pertahanan DR Kongo, tetapi penyelesaian akhir mereka selalu menemui jalan buntu.
Sosok yang paling bersinar bagi DR Kongo adalah kiper Dimitry Mpasi. Penjaga gawang itu beberapa kali melakukan penyelamatan krusial untuk menggagalkan peluang emas Inggris, termasuk menepis sundulan Bellingham pada menit ke-30, menghalau peluang Rashford, serta menggagalkan tendangan voli Harry Kane pada masa tambahan waktu babak pertama.
Inggris sempat meminta hadiah penalti ketika Harry Kane terjatuh setelah mencoba melewati Mpasi pada menit ke-43. Namun wasit bergeming, dan setelah ditinjau melalui VAR, keputusan tetap tidak berubah karena Kane dinilai memulai kontak dalam situasi tersebut.
Jude Bellingham juga terlihat frustrasi sepanjang babak pertama. Gelandang muda Inggris itu menerima kartu kuning pada menit ke-19 setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain DR Kongo, sementara tensi pertandingan semakin meningkat seiring tekanan yang terus diberikan Inggris.
Meski lebih banyak menguasai bola dan menciptakan sejumlah peluang, Inggris gagal memanfaatkan dominasi tersebut. Sebaliknya, DR Kongo justru beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat. Bahkan, Wissa hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-42, tetapi sepakannya hanya membentur tiang gawang.
Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum. Hasil sementara ini menempatkan DR Kongo di ambang salah satu kejutan terbesar Piala Dunia, sementara Inggris harus menemukan cara untuk bangkit pada babak kedua jika tidak ingin langkah mereka terhenti lebih cepat dari yang diperkirakan.
(lam)