LANGIT7.ID-Los Angeles; Sejauh ini, babak 32 besar Piala Dunia FIFA tidak berjalan mulus bagi tim-tim unggulan. Mampukah Austria menambah daftar kejutan dan mengirim juara bertahan Eropa, Spanyol, pulang lebih awal? Simak prediksi dan ulasan laga knockout Kamis nanti antara Spanyol vs Austria.
Spanyol percaya diri bisa meraih kemenangan perdana mereka di babak gugur Piala Dunia putra dalam 16 tahun terakhir saat bertemu Austria di babak 32 besar Stadion Los Angeles, Kamis.
La Roja finis sebagai pemuncak Grup H, sekaligus mengirim Uruguay tersingkir lewat kemenangan 1-0 pada Sabtu lalu, berkat gol dramatis Álex Baena.
Meski penampilan Luis de la Fuente cukup impresif saat menang 4-0 atas Arab Saudi, mereka belum memperlihatkan permainan cair yang pernah menjadikan mereka juara Eropa dua tahun lalu. Hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde menjadi sorotan utama sejauh ini.
Jika di fase grup masih ada ruang untuk kesalahan, Spanyol tahu betul bahwa babak gugur jauh lebih kejam.
Faktanya, Spanyol belum pernah memenangkan laga knockout Piala Dunia sejak Andres Iniesta mencetak gol perpanjangan waktu bersejarah yang membawa kemenangan 1-0 atas Belanda di final 2010.
Bahkan, dalam dua edisi terakhir, mereka selalu tersingkir lewat adu penalti—dua kejutan besar—yaitu di babak 16 besar melawan Rusia (2018) dan Maroko (2022).
Spanyol tak pernah sekalipun gagal lolos dari tiga edisi Piala Dunia berturut-turut di babak gugur, dan De la Fuente tentu bertekad menghindari nasib itu.
Namun, La Roja kerap kesulitan seiring berjalannya turnamen. Dalam tujuh laga knockout terakhir melawan sesama tim Eropa, mereka hanya mencetak satu gol—saat imbang 1-1 melawan Rusia di 2018, yang tetap berakhir dengan kekalahan adu penalti.
Meski mampu menjaga gawang tak kebobolan dalam tiga dari empat laga terakhir kontra tim Eropa, De la Fuente sadar timnya masih perlu peningkatan.
Karena itu, Spanyol tak boleh lengah menghadapi Austria yang tangguh. Keyakinan Austria pasti semakin besar setelah melihat tren kejutan di Piala Dunia kali ini.
Paraguay baru saja menyingkirkan Jerman lewat adu penalti pada Senin, disusul Maroko yang mengulang kejayaan 2022 dengan menghempaskan Belanda pada Selasa—dua kandidat juara tersingkir dalam dua hari.
Austria pasti percaya bisa melakukan hal serupa, meski tim asuhan Ralf Rangnick ini kembali ke babak gugur setelah absen lama.
Terakhir kali mereka tampil di fase gugur Piala Dunia hampir 72 tahun lalu, tepatnya di edisi 1954, ketika mengalahkan Swiss 7-5 di Lausanne dalam laga bersejarah yang masih tercatat sebagai pertandingan dengan skor tertinggi sepanjang sejarah Piala Dunia putra.
Saat itu Austria finis ketiga, setelah kalah 6-1 dari juara akhir, Jerman Barat, di semifinal.
Mereka bukan tim asing menghadapi lawan Eropa di babak ini—dari lima laga knockout Piala Dunia sebelumnya (di luar perebutan tempat ketiga), semuanya melawan tim dari Eropa.
Austria memenangkan tiga di antaranya: melawan Prancis dan Hungaria (1934) serta Swiss (1954), sementara dua laga lainnya berakhir kekalahan dari Italia (1934) dan Jerman Barat (1954).
Tantangan Rangnick kian berat karena Spanyol memiliki pertahanan kokoh. Mereka belum kebobolan dalam empat laga Piala Dunia terakhir—rekor terpanjang yang setara dengan rentetan bersih mereka saat meraih trofi juara dunia 2010.
Di sisi lain, Austria justru kesulitan di lini belakang. Mereka gagal mencatatkan clean sheet dalam 12 laga Piala Dunia terakhir, sejak kemenangan 2-0 atas Aljazair di 1982. Mengakhiri tren buruk itu melawan Spanyol tentu menjadi kunci jika mereka ingin melanjutkan tradisi kejutan di babak gugur.
Head-to-Head Spanyol vs AustriaKedua tim jarang bertemu, tetapi jika bertemu, sejarah lebih berpihak pada Spanyol. La Roja tak terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir melawan Austria (M4 S1), dan dua kemenangan terakhir bahkan diraih dengan selisih empat gol.
Pertemuan terakhir terjadi di Wina pada 2009, dimenangkan Spanyol 5-1, saat David Alaba yang masih muda tampil mencolok selama 25 menit sebagai pemain pengganti.
Namun Spanyol patut waspada, karena kali terakhir mereka bertemu Austria di Piala Dunia justru kalah 2-1 pada 1978.
Prediksi Spanyol vs AustriaSpanyol sangat diunggulkan untuk melangkah ke babak 16 besar. Tim De la Fuente menang dalam 70,6% dari 25.000 simulasi pertandingan 90 menit yang dijalankan superkomputer Opta.
Namun, laga-laga babak 32 besar sejauh ini membuktikan bahwa tak ada yang pasti. Austria mungkin lebih percaya diri dari sekadar 12,2% peluang kemenangan yang diprediksi superkomputer. Sementara hasil imbang tercatat dalam 17,3% simulasi.
Secara keseluruhan, superkomputer memberi Spanyol peluang 79,5% untuk lolos ke babak 16 besar, sedangkan Austria hanya 20,5%.(*/saf/theanalyst.com)
(lam)