Menilik Observatorium Ponpes Assalam, Dari Pesantren Mengamati Antariksa
Muhajirin
Jum'at, 23 Juli 2021 - 15:00 WIB
Observatorium milik Pondok Pesantren Assalam (foto: assalaam-observatory.business.site)
Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalam, Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah merupakan satu-satunya pesantren di Indonesia yang memiliki Observatorium. Tiap kali ada peristiwa langit seperti gerhana matahari dan gerhana bulan, para santri akan meneropong ke langit menggunakan sebuah teleskop besar.
Selain mengamati hilal atau rukyatul hilal, mengamati masuknya tanggal satu dalam kalender hijriah, hingga penentuan arah kiblat para santri juga kerap melakukan kegiatan ekstrakurikuler dengan mengamati benda-benda langit lain. Para santri bahkan memiliki perkumpulan bernama Club Astronomi Santri Assalam (CASA).
CASA mulai dibentuk pada 2003 yang diikuti santri SMA sederajat. Dari keunggulan di bidan astronomi, PPMI Assalam memperoleh kehormatan dari Kementerian Agama menjadi tempat berlangsungnya pertemuan 30 pimpinan lembaga keagamaan pesantren se-Indonesia, perguruan tinggi, praktisi asosiasi astronomi pada Juli 2015.
Observatorium Assalam menjadi salah satu tugas praktik para santri, terutama mereka yang tergabung dalam CASA. Kelompok astronomi ini rupanya sudah dikenal di kalangan komunitas pecinta ilmu falak dari luar pesantren.
Mengutip dari laman resmi PPMI Assalam, banyak kampus dari berbagai daerah berkunjung untuk melakukan kegiatan astronomi, termasuk kegiatan praktikum. Diantaranya Fakultas Ilmu Falak IAIN Semarang dan perguruan tinggi dari Padang, Sumatera Barat. CASA juga menjalin kerja sama dengan Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung, Jawa Barat.
Observatorium ini dibangun atas keinginan menumbuhkan kecintaan santri terhadap ilmu astronomi dan ilmu falak. Indonesia masih miskin ilmuwan terutama di bidang astronomi. Dia ingin astronomi dapat menjadi sebuah hobi sehingga banyak santri yang ingin belajar lebih jauh. Dengan mencintai astronomi, menurutnya, generasi muda akan lebih mudah unjuk gigi ke ajang kompetisi astronomi di tingkat internasional.
Direktur Lembaga Pengkajian dan Penerapan Ilmu Falak RHI dan Anggota Tim Falakiyah Kemenag RI, Mutoha Arkanuddin, mengatakan, Assalaam merupakan pesantren yang pertama kali secara resmi memiliki Klub Astronomi di kalangan santri yang diakui para pegiat astronomi Indonesia dengan nama CASA.
Selain mengamati hilal atau rukyatul hilal, mengamati masuknya tanggal satu dalam kalender hijriah, hingga penentuan arah kiblat para santri juga kerap melakukan kegiatan ekstrakurikuler dengan mengamati benda-benda langit lain. Para santri bahkan memiliki perkumpulan bernama Club Astronomi Santri Assalam (CASA).
CASA mulai dibentuk pada 2003 yang diikuti santri SMA sederajat. Dari keunggulan di bidan astronomi, PPMI Assalam memperoleh kehormatan dari Kementerian Agama menjadi tempat berlangsungnya pertemuan 30 pimpinan lembaga keagamaan pesantren se-Indonesia, perguruan tinggi, praktisi asosiasi astronomi pada Juli 2015.
Observatorium Assalam menjadi salah satu tugas praktik para santri, terutama mereka yang tergabung dalam CASA. Kelompok astronomi ini rupanya sudah dikenal di kalangan komunitas pecinta ilmu falak dari luar pesantren.
Mengutip dari laman resmi PPMI Assalam, banyak kampus dari berbagai daerah berkunjung untuk melakukan kegiatan astronomi, termasuk kegiatan praktikum. Diantaranya Fakultas Ilmu Falak IAIN Semarang dan perguruan tinggi dari Padang, Sumatera Barat. CASA juga menjalin kerja sama dengan Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung, Jawa Barat.
Observatorium ini dibangun atas keinginan menumbuhkan kecintaan santri terhadap ilmu astronomi dan ilmu falak. Indonesia masih miskin ilmuwan terutama di bidang astronomi. Dia ingin astronomi dapat menjadi sebuah hobi sehingga banyak santri yang ingin belajar lebih jauh. Dengan mencintai astronomi, menurutnya, generasi muda akan lebih mudah unjuk gigi ke ajang kompetisi astronomi di tingkat internasional.
Direktur Lembaga Pengkajian dan Penerapan Ilmu Falak RHI dan Anggota Tim Falakiyah Kemenag RI, Mutoha Arkanuddin, mengatakan, Assalaam merupakan pesantren yang pertama kali secara resmi memiliki Klub Astronomi di kalangan santri yang diakui para pegiat astronomi Indonesia dengan nama CASA.