Pendiri Bumi Langit: Sifat Manusia Suka Berlebih Hasilkan Sampah
Dwitisya Rizky Desindatika
Jum'at, 23 Juli 2021 - 18:00 WIB
Menggunakan kantong kain saat belanja, membeli hanya yang dibutuhkan, membawa wadah sendiri untuk kacang-kacangan untuk hasil minim sampah. Foto: Pexels
Gaya hidup zero waste atau minim sampah sedang banyak digaungkan dalam rangka menyelamatkan lingkungan dana bumi dari bahaya sampah yang semakin tidak terkendali. Ini adalah gaya hidup yang menerapkan 3R, refuse, reduce, reuse dalam penggunaan produk plastik sekali pakai.
Praktisi lingkungan, yang juga pendiri Bumi Langit Institut, Iskandar Waworuntu, memiliki pendapat tentang bagaimana seharusnya zerowaste itu diterapkan.
“Kalau kita kaji dalam perspektif spiritual “waste” itu kan kesia-siaan," ujarnya. Iskanda menyatakan pada hakikatnya tidak ada sampah ketika terkait sunnatullah.
"Semua yang diciptakan Allah SWT dalam keadaan hidup maupun mati bermanfaat, kecuali manusia yang memiliki sifat berlebih maka ia menghasilkan sampah atau waste,” jelas Iskandar kepada Langit7.id baru-baru ini.
Dalam penerapanya, ia menekankan, penting untuk berkaca kepada kehidupan Rasulullah SAW dan sahabat-sahabat beliau. Kuncinya, menurut dia yakni segala yang ada lingkungan hidup pribadi agung itu berasal dari proses alami dan sangat sedikit menghasilkan sisa sampah.
"Kalau kita kaji dalam perenungan, sampah adalah sisa hasil sebuah mekanisme produksi yang datang karena proses eksploitasiberlebih,” tutur lelaki yang akrab dipanggil Pak Is.
“Ketika kita melihat kerusakan di bumi, itu semua dimulai karena kita merusak tubuh kita, kita mencemari tubuh kita dengan segala macam residu yang menumpuk di dalam tubuh yang akhirnya membuat kita melakukan hal yang sama (merusak) di luar tubuh kita,” lanjut mantan seniman Bengkel Teater ini.
Praktisi lingkungan, yang juga pendiri Bumi Langit Institut, Iskandar Waworuntu, memiliki pendapat tentang bagaimana seharusnya zerowaste itu diterapkan.
“Kalau kita kaji dalam perspektif spiritual “waste” itu kan kesia-siaan," ujarnya. Iskanda menyatakan pada hakikatnya tidak ada sampah ketika terkait sunnatullah.
"Semua yang diciptakan Allah SWT dalam keadaan hidup maupun mati bermanfaat, kecuali manusia yang memiliki sifat berlebih maka ia menghasilkan sampah atau waste,” jelas Iskandar kepada Langit7.id baru-baru ini.
Dalam penerapanya, ia menekankan, penting untuk berkaca kepada kehidupan Rasulullah SAW dan sahabat-sahabat beliau. Kuncinya, menurut dia yakni segala yang ada lingkungan hidup pribadi agung itu berasal dari proses alami dan sangat sedikit menghasilkan sisa sampah.
"Kalau kita kaji dalam perenungan, sampah adalah sisa hasil sebuah mekanisme produksi yang datang karena proses eksploitasiberlebih,” tutur lelaki yang akrab dipanggil Pak Is.
“Ketika kita melihat kerusakan di bumi, itu semua dimulai karena kita merusak tubuh kita, kita mencemari tubuh kita dengan segala macam residu yang menumpuk di dalam tubuh yang akhirnya membuat kita melakukan hal yang sama (merusak) di luar tubuh kita,” lanjut mantan seniman Bengkel Teater ini.