Meniru Nabi Ibrahim Sebagai Sosok Ayah dan Pendidik Hebat
Muhajirin
Rabu, 19 Januari 2022 - 21:30 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Nabi Ibrahim merupakan sosok dengan segudang keteladanan. Tak hanya pedoman dalam berdakwah, beliau menjadi rujukan untuk setiap lini kehidupan manusia.
Salah satu aspek dari pribadi Ibrahim yang kerap terlupakan adalah sosok beliau sebagai seorang ayah. Allah Ta'ala memotret Nabi Ibrahim sebagai ayah dan suami. Bahkan dipotret sebagai millata abikum (ajaran ayah kalian).
Ini tentu menjadi pelajaran penting bagi setiap laki-laki agar menjadikan Ibrahim sebagai teladan. Ada banyak contoh pengasuhan dari nenek moyang Nabi Muhammad SAW itu. Namun ada 3 pokok yang sangat penting, yakni:
1. Banyak Mendoakan Anak
Ibrahim tak memiliki waktu banyak bersama Ismail. Ia harus keliling dunia mendakwahkan tauhid. Saat meletakkan Ismail di lembah Mekkah, Ibrahim mendapat misi dakwah ke Palestina.
Jarak Makkah-Palestina sangat jauh. Apalagi pada masa itu, tidak ada transportasi seperti era saat ini. Namun beliau mampu menjadikan Ismail sebagai nabi hebat. Salah satu senjatanya adalah doa. Doa yang dipanjatkan pun sangat banyak, panjang, dan sangat cerdas.
رَبَّنَآ اِنِّيْٓ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِۙ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ فَاجْعَلْ اَفْـِٕدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِيْٓ اِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ
Salah satu aspek dari pribadi Ibrahim yang kerap terlupakan adalah sosok beliau sebagai seorang ayah. Allah Ta'ala memotret Nabi Ibrahim sebagai ayah dan suami. Bahkan dipotret sebagai millata abikum (ajaran ayah kalian).
Ini tentu menjadi pelajaran penting bagi setiap laki-laki agar menjadikan Ibrahim sebagai teladan. Ada banyak contoh pengasuhan dari nenek moyang Nabi Muhammad SAW itu. Namun ada 3 pokok yang sangat penting, yakni:
1. Banyak Mendoakan Anak
Ibrahim tak memiliki waktu banyak bersama Ismail. Ia harus keliling dunia mendakwahkan tauhid. Saat meletakkan Ismail di lembah Mekkah, Ibrahim mendapat misi dakwah ke Palestina.
Jarak Makkah-Palestina sangat jauh. Apalagi pada masa itu, tidak ada transportasi seperti era saat ini. Namun beliau mampu menjadikan Ismail sebagai nabi hebat. Salah satu senjatanya adalah doa. Doa yang dipanjatkan pun sangat banyak, panjang, dan sangat cerdas.
رَبَّنَآ اِنِّيْٓ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِۙ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ فَاجْعَلْ اَفْـِٕدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِيْٓ اِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ