home edukasi & pesantren

Awal Mula Penggunaan Pegon Jawa-Sunda di Nusantara

Kamis, 20 Januari 2022 - 16:33 WIB
Naskah pegon tertua di Jawa (foto: istimewa)
Di tanah Jawa, huruf pegon digunakan kalangan umat musim yang menempuh pendidikan agama di pesantren. Pegon sudah muncul bersama Islam di Jawa.

Kala itu, orang Jawa masih menggunakan aksara Kawi dan aksara Jawa untuk penulisan teks berbahasa Jawa klasik, dan aksara Sunda kuno untuk menuliskan bahasa Sunda klasik.

Mengutip laman merajutindonesia, saat Islam masuk ke Tanah Jawa, penggunaan abjad arab sangat diintensifkan, karena dibutuhkan memaknai Al-Qur'an, tafsir, dan hadits. Para ulama lalu mengadaptasi abjad Arab ke dalam bahasa Jawa agar orang Jawa lebih mudah memahami ajaran Islam.

Di wilayah Melayu, abjad yang masih bersaudara dengan Pegon adalah abjad Jawi, digunakan untuk menulis bahasa Melayu. Dalam perkembangannya, seluruh lembaga pendidikan Islam di Jawa maupun Sumatra menggunakan kitab dengan abjad Arab, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa-bahasa yang dipakai di daerah setempat, utamanya bahasa Melayu, Jawa, sampai Thailand Selatan.

Namun sayang, abjad Arab asli ini tidak mendukung fonem-fonem bahasa Jawa seperti e atau o, ca, pa, dha, tha, dan nga. pada akhirnya, abjad ini juga mengadopsi abjad Persia yang memiliki fenom-fenom tersebut selain dha dan tha.

Pada akhirnya, huruf-huruf baru diciptakan, yang diyakini turunan dari abjad Persia seperti ca dan gaf. Huruf lain yang diciptakan berdasarkan huruf asli Arab, seperti pa dari fa' yang diberi tiga titik, atau ca dari jim diberi tiga titik. Pada masa lalu, Pegon ditulis dengan harakat untuk membedakan e dan o, namun saat ini abjad Pegon sudah tidak lagi menggunakan harakat.

Sunda Pegon
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kiprah ulama nusantara nusantara jawa kuno islam di sunda
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya