Jokowi Minta Kemudahan Akses Permodalan Bagi UMKM
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 21 Januari 2022 - 10:00 WIB
Presiden Jokowi. Foto: Setpres
Pelaku UMKM di Tanah Air yang jumlahnya cukup besar mencapai 64,2 juta, ternyata masih mendapati porsi kredit perbankan rendah, atau sekitar 20 persen.
Untuk itu, Presiden Joko Widodo mendorong kemudahan akses permodalan baru para pelaku UMKM, melalui berbagai strategi.
“Target kita pada 2024, yaitu bisa mencapai 30 persen porsi (permodalan) untuk UMKM. Untuk mencapai angka itu, kita tidak bisa mengandalkan pertumbuhan alamiah saja, diperlukan strategi yang harus dijalankan dengan terobosan-terobosan dari sekarang dan diikuti aksi-aksi yang serius, konsisten, dan berkelanjutan,” ujar Jokowi dalam keterangannya, Kamis (20/1).
Baca juga: Upaya BSI Lahirkan Wirausaha Muda dan Perkuat Peran UMKM
Dia menegaskan, agar UMKM tidak lagi mendapatkan akes permodalan yang sulit. Jokowi meminta segala sesuatu yang menyulitkan UMKM untuk lebih dipermudah.
"Ini harus bisa kita permudah dan percepat, sehingga memberikan peluang yang lebih besar bagi generasi muda yang memulai usaha. Begitu juga UMKM untuk mengembangkan usahanya, atau memperbesar skala usahanya,” tegasnya.
Menurutnya, UMKM bisa menjadi komponen penting untuk pemulihan ekonomi nasional. Selain itu, UMKM juga berperan mengatasi persoalan bottleneck supply chain, akibat tingginya tren kenaikan permintaan yang belum mampu dipenuhi para pemasok, akibat belum pulihnya rantai pasok global.
Untuk itu, Presiden Joko Widodo mendorong kemudahan akses permodalan baru para pelaku UMKM, melalui berbagai strategi.
“Target kita pada 2024, yaitu bisa mencapai 30 persen porsi (permodalan) untuk UMKM. Untuk mencapai angka itu, kita tidak bisa mengandalkan pertumbuhan alamiah saja, diperlukan strategi yang harus dijalankan dengan terobosan-terobosan dari sekarang dan diikuti aksi-aksi yang serius, konsisten, dan berkelanjutan,” ujar Jokowi dalam keterangannya, Kamis (20/1).
Baca juga: Upaya BSI Lahirkan Wirausaha Muda dan Perkuat Peran UMKM
Dia menegaskan, agar UMKM tidak lagi mendapatkan akes permodalan yang sulit. Jokowi meminta segala sesuatu yang menyulitkan UMKM untuk lebih dipermudah.
"Ini harus bisa kita permudah dan percepat, sehingga memberikan peluang yang lebih besar bagi generasi muda yang memulai usaha. Begitu juga UMKM untuk mengembangkan usahanya, atau memperbesar skala usahanya,” tegasnya.
Menurutnya, UMKM bisa menjadi komponen penting untuk pemulihan ekonomi nasional. Selain itu, UMKM juga berperan mengatasi persoalan bottleneck supply chain, akibat tingginya tren kenaikan permintaan yang belum mampu dipenuhi para pemasok, akibat belum pulihnya rantai pasok global.