Pelaksanaan Vaksinasi Booster di Sulsel Belum Optimal, Ini Kendalanya
Akbar Nurqadri
Jum'at, 21 Januari 2022 - 18:48 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Vaksinasi booster di Sulawesi Selatan disebut belum optimal lantaran terjadi sejumlah kendala.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Arman Bausat mengatakan terhadap vaksinasi booster, kendala yang dimaksud yakni soal ketersediaan vaksin.
Sejak ditentukan vaksinasi booster 12 Januari lalu oleh Pemerintah, Sulsel belum mendapat vaksin booster jenis Pfizer maupun AstraZeneca.
"Aplikasinya sudah terbuka, cuman masalahnya drop vaksinnya belum datang-datang. Vaksinnya itu Pfizer atau AstraZeneca, itu setengah dosis untuk vaksin booster," ungkap dr Arman melalui keterangannya, Jumat, (21/1/2022).
Baca juga:4 Orang Warga Semarang Dinyatakan Positif Omicron
Keterlambatan distribusi vaksinasi booster dari pusat diduga karena penyalurannya dilakukan secara bertahap, tergantung dari ketersediaan vaksinnya.
"Contoh pada vaksinasi anak-anak, enam kabupaten di Sulsel sudah diumumkan 4 Januari bisa vaksinasi, sementara vaksin baru datang pekan lalu, tanggal 13 Januari," ujar dr Arman.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Arman Bausat mengatakan terhadap vaksinasi booster, kendala yang dimaksud yakni soal ketersediaan vaksin.
Sejak ditentukan vaksinasi booster 12 Januari lalu oleh Pemerintah, Sulsel belum mendapat vaksin booster jenis Pfizer maupun AstraZeneca.
"Aplikasinya sudah terbuka, cuman masalahnya drop vaksinnya belum datang-datang. Vaksinnya itu Pfizer atau AstraZeneca, itu setengah dosis untuk vaksin booster," ungkap dr Arman melalui keterangannya, Jumat, (21/1/2022).
Baca juga:4 Orang Warga Semarang Dinyatakan Positif Omicron
Keterlambatan distribusi vaksinasi booster dari pusat diduga karena penyalurannya dilakukan secara bertahap, tergantung dari ketersediaan vaksinnya.
"Contoh pada vaksinasi anak-anak, enam kabupaten di Sulsel sudah diumumkan 4 Januari bisa vaksinasi, sementara vaksin baru datang pekan lalu, tanggal 13 Januari," ujar dr Arman.