LANGIT7.ID, Makassar - Vaksinasi booster di Sulawesi Selatan disebut belum optimal lantaran terjadi sejumlah kendala.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Arman Bausat mengatakan terhadap vaksinasi booster, kendala yang dimaksud yakni soal ketersediaan vaksin.
Sejak ditentukan vaksinasi booster 12 Januari lalu oleh Pemerintah, Sulsel belum mendapat vaksin booster jenis Pfizer maupun AstraZeneca.
"Aplikasinya sudah terbuka, cuman masalahnya drop vaksinnya belum datang-datang. Vaksinnya itu Pfizer atau AstraZeneca, itu setengah dosis untuk vaksin booster," ungkap dr Arman melalui keterangannya, Jumat, (21/1/2022).
Baca juga:
4 Orang Warga Semarang Dinyatakan Positif OmicronKeterlambatan distribusi vaksinasi booster dari pusat diduga karena penyalurannya dilakukan secara bertahap, tergantung dari ketersediaan vaksinnya.
"Contoh pada vaksinasi anak-anak, enam kabupaten di Sulsel sudah diumumkan 4 Januari bisa vaksinasi, sementara vaksin baru datang pekan lalu, tanggal 13 Januari," ujar dr Arman.
Dia menambahkan, pemberian vaksinasi booster akan diprioritaskan bagi kelompok lansia dan kelompok rentan seperti masyarakat yang memiliki penyakit kormobid karena dinilai antibodinya perlu ditingkatkan.
Baca juga:
Jangkau Masyarakat Luas, Pemprov DKI Terapkan Vaksinasi Keliling"Booster kan 18 tahun ke atas. Pusat tentu sudah mengatur jatah dan menentukan per kabupaten/kota. Kalau kami cuma meneruskan permintaan kabupaten/kota dan realokasi saja," ujarnya.
Selain vaksinasi dosis 1 dan 2, Pemprov Sulsel juga menggenjot pelaksanaan vaksinasi bagi anak-anak usia 6-11 tahun yang terus digencarkan pelaksanaannya pada sekolah-sekolah dasar.
Tercatat hingga 18 Januari, capaian vaksinasi Sulsel pada dosis 1 yakni 75,74 persen dan dosis 2 46,97 persen dari total target sebanyak 7.058.141 orang.
(sof)