LANGIT7.ID, Jakarta - Libur panjang berpotensi memicu kenaikan kasus Covid-19. Hal ini mengingat adanya kecenderungan dalam peningkatan interaksi dan mobilitas masyarakat, terutama yang hendak bepergian ke luar daerah.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan libur panjang selalu mempunyai potensi terjadinya peningkatan kasus.
“Kenaikan kasus tersebut bisa ditanggulangi dengan baik sehingga tidak akan menyebabkan sesuatu yang lebih parah, ini masih dalam batas yang masih bisa kita atasi bersama,” ujar Nadia dikutip Jumat (4/3/2022).
Baca juga: Pentingkah Pemberian Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat?Untuk mengantisipasi kenaikan kasus tersebut, pemerintah melakukan beragam persiapan mulai dari penyediaan ruang perawatan Covid-19 di RS, obat-obatan, hingga oksigen medis.
“Meningkatkan kualitas layanan kesehatan di fasyankes serta mempercepat vaksinasi dosis lengkat dan booster bagi masyarakat berusia diatas 18 tahun,” terangnya.
Selain itu, Kemenkes juga memperkuat testing dan tracing yang dilakukan dengan treatment sebagai bagian penting dari penemuan kasus secara cepat supaya tidak menjadi sumber penularan di tengah masyarakat.
“Hal itu mengingat varian Omicron jauh lebih mudah dan cepat menyebar dibandingkan varian yang sebelumnya,” ujar Nadia.
Dengan begitu menurutnya kendati kemarin sempat long weekend, dan kemungkinan terjadinya kenaikan kasus, ketika ada gejala pihaknya mengimbau masyarakat agar segera melakukan isolasi.
“Ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan karena varian Omincron kan menular dengan sangat cepat, kalau kita tidak lakukan deteksi dini akan terus melonjak,” ungkap Nadia.
Menurutnya, antisipasi masyarakat menjadi sangat penting sebagai salah satu cara dalam mencegah kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron. “Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat mempertahankan perkembangan Covid-19 yang kian membaik sejak merebaknya Omicron pada Januari lalu,” harapnya.
Baca juga: Penentuan Level Asesmen Tiap Daerah Memakai Syarat Vaksinasi Dosis KeduaNadia menuturkan, dalam seminggu terakhir kasus konfirmasi harian Covid-19 di 14 provinsi konsisten mengalami penurunan. Jumlah ini meningkat dibandingkan minggu sebelumnya yang hanya 10 provinsi.
“14 provinsi sudah mulai mengonfirmasi kasus konfirmasi harian Covid-19 dan perawatan pasien selama satu minggu terakhir di Bulan Februari ini,” ujarnya.
Nadia memaparkan, keempatbelas provinsi tersebut diantaranya DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua dan Papua Barat.
(sof)