LANGIT7.ID - , Jakarta - Pandemi Covid-19 yang belum juga usai membuat pemerintah di seluruh dunia menggencarkan suntikan vaksinasi. Selain itu, pemberian vaksinasi ketiga atau suntikan
booster untuk pencegahan ekstra pun sudah dilakukan.
Sebagian ahli berpendapat, perlindungan dari dosis vaksin ketiga berkurang setelah empat bulan. Beberapa negara seperti Amerika Serikat pun berencana memberikan vaksinasi keempat.
Hal ini menimbulkan pertanyaan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) terkait pentingnya memberikan dosis keempat vaksin Covid-19.
Menurut Kepala Penasihat Medis Gedung Putih, Anthony Fauci, MD, pemberian vaksinasi keempat mungkin dibutuhkan untuk beberapa orang, namun belum ada data pasti untuk itu.
Baca juga: Interval Vaksinasi Booster Kini Cukup 3 Bulan Sejak Vaksin Dosis Kedua Disuntikkan"Mungkin ada kebutuhan untuk dorongan lain lagi dalam hal ini, dosis keempat untuk individu yang menerima mRNA, yang dapat didasarkan pada usia, serta kondisi yang mendasarinya," kata Dr. Fauci, dikutip dari Health, Selasa (1/3/2022).
CDC merekomendasikan mereka yang berusia 12 tahun ke atas dapat menerima vaksin dosis ketiga. Pemberian dosis
booster ini diberikan lima bulan setelah dosis kedua dari vaksin primer.
Menurut CDC, dosis ketiga penting dilakukan karena studi baru telah menunjukkan bahwa selama gelombang Delta dan Omicron, efektivitas vaksin lebih besar setelah tiga dosis vaksin mRNA dibandingkan dua dosis.
Data tersebut sejalan dengan temuan sebelumnya dari CDC, yang diterbitkan pada bulan Januari, bahwa dosis mRNA ketiga sangat efektif untuk mencegah kunjungan gawat darurat dan perawatan darurat dan rawat inap.
Tetapi apa yang ingin ditentukan oleh penelitian baru ini adalah seberapa lama efektivitas
booster ketiga akan bertahan. Untuk melakukan ini, para peneliti menganalisis 241.204 perawatan darurat dan 93.408 rawat inap di 10 negara bagian dari 26 Agustus 2021 hingga 22 Januari 2022.
Pada orang yang menerima dosis ketiga, 87 persen efektif terhadap gawat darurat atau kunjungan perawatan darurat dalam dua bulan setelah suntikan.
Jumlah itu turun menjadi 66 persen efektif setelah empat hingga lima bulan. Tren yang sama terlihat pada rawat inap. Dosis ketiga terbukti 91 persen efektif melawan rawat inap akibat Covid-19 hingga dua bulan setelah suntikan, namun efektivitasnya turun menjadi 78 persen setelah empat bulan atau lebih.
Baca juga: Pemerintah Terus Mendorong Percepatan Vaksinasi Massal"Vaksin COVID-19 dan suntikan
booster dapat membuat Anda keluar dari rumah sakit dan tentu saja dapat menyelamatkan hidup Anda," kata Dr. Fauci dalam salah satu keterangan.
Profesor Epidemiologi Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg, David Dowdy, MD kemudian berkata, "Jika Anda belum mendapatkan suntikan
booster sama sekali, maka Anda pasti harus mendapatkannya."
Namun, jika Anda tertular Covid-19 selama fase pandemi yang paling baru dan dominan Omicron, Anda harus menunggu tiga bulan setelah pemulihan penuh untuk mendapatkan
booster, tambahnya.
(est)