LANGIT7.ID - , Jakarta - Pemerintah kian gencar mendorong masyarakat Indonesia untuk melakukan vaksin ketiga atau
booster guna melindungi tubuh dari sebaran virus Covid-19. Menurut Kementerian Kesehatan RI, jenis vaksin yang digunakan untuk booster antara lain untuk dosis primer Sinovac maka diberikan vaksin AstraZeneca separuh dosis (0,25 ml) atau vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml).
Sedangkan sasaran dengan dosis primer AstraZeneca maka diberikan vaksin Moderna separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer, separuh dosis (0,15 ml).
Baca juga: Pemerintah Wajibkan Vaksin Booster Bagi Penonton di StadionLantas vaksin
booster manakah yang paling efektif untuk lawan Covid-19? Berikut informasinya, melansir dari This Week, Sabtu (12/3/2022).
1. Vaksin Booster Pfizer dan AstraZenecaMenurut studi laboratorium para peneliti di Universitas Oxford, antara Pfizer dan AstraZeneca dalam melawan varian baru Omicron, Pfizer-lah yang menghasilkan lebih banyak antibodi.
Booster AstraZeneca hanya meningkatkan antibodi 2,7 kali lipat, sementara dosis ketiga Pfizer dapat meningkatkan level 34,2 kali lipat, sebulan setelah vaksinasi.
2. Vaksin Booster ModernaSementara itu untuk vaksin
booster Moderna, studi menunjukkan penurunan antibodi lebih sedikit saat melawan Omicron. Penurunan antibodi vaksin Moderna terhadap Omicron sebanyak sembilan kali dibandingkan varian sebelumnya, Delta.
Baca juga: Vaksinasi Dosis Kedua dan Booster, Bebaskan PPDN dari Antigen dan PCR3. Vaksin Booster SinovacLaboratorium Universitas Hong Kong menunjukkan sampel pada orang penerima vaksin booster Sinovac gagal menghasilkan antibodi untuk mendeteksi Omicron.
Menurut sebuah penelitian, tiga dosis Sinovac ditemukan tidak bisa melawan Omicron. Peneliti tidak menyebut besaran antibodi yang dihasilkan Sinovac dalam melawan Omicron. Masyarakat disarankan untuk tidak menggunakan vaksin Sinovac untuk booster apabila telah mendapatkan dua suntikan primer Sinovac sebelumnya.
(est)