home global news

Ini Pandangan Sejarawan Soal Nusantara Jadi Nama IKN Baru

Senin, 24 Januari 2022 - 06:00 WIB
Maket Ibu Kota Baru bernama Nusantara. Foto: istimewa
Nusantara, terpilih menjadi nama bagi Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Nama itu dipilih Presiden Joko Widodo usao mengeliminasi 79 nama lain yang diusulkan, seperti Negara Jaya, Nusantara Jaya, Nusa Karya, Nusa Jaya, Pertiwipura, Warnapura, Cakrawalapura, hingga Kartanegara.

Nama Nusantara dipilih, karena telah dikenal sejak dulu, ikonik, dan menggambarkan kenusantaraan Republik Indonesia. Kendati demikian, nama ini masih menuai pro-kontra di kalangan masyarakat.

Menanggapi hal itu, Sejarawan UGM, Arif Akhyat mengungkapkan, kata 'Nusantara' sudah dikenal sejak masa kerajaan Singosari dan Majapahit.

Baca juga: DPR Ingatkan Tiga Hal Penting dalam Pembangunan IKN

Di menjelaskan, Nusantara pada masa Majapahit merupakan konsep geopolitik untuk mengidentifikasi suatu wilayah yang meliputi Bali, Malayu, Madura dan Tanjungpura. Keempat wilayah itu juga termasuk Singapura, Malaysia, Sumatera, Borneo, Sulawesi dan Maluku, serta Lombok.

"Bahkan, pengaruhnya sampai Champa, Cambodia, Annam dan Siam. Jadi secara geografis, Nusantara lebih luas dari apa yang sekarang disebut Indonesia. Dengan sedikit ulasan tadi, sebenarnya Nusantara bukan Jawa tetapi justru merujuk luar Jawa,” kata Arif dalam keterangannya, dikutip Minggu (23/1).

Dilansir ugm.ac.id, Dosen Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) ini juga menyebutkan, Nusantara untuk penamaan suatu wilayah tidak mengandung perspektif negatif atau positif. Ia hanya sebuah nama untuk menyebut wilayah di luar Jawa.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pandangan sejarawan soal nusantara nama ikn baru
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya