Waspada! Indonesia Masuk 10 Besar Negara Fatherless, Ini yang Harus Ayah Lakukan
Muhajirin
Sabtu, 24 Juli 2021 - 09:30 WIB
Anak bosan sendiri belajar daring (foto: langit7.id/istock)
Pakar pengasuhan anak, Irwan Rinaldi, mengingatkan tanggung jawab ayah dalam mendidik anak. Ayah memiliki peran besar dalam pengasuhan anak, terutama saat anak berusia 7-14 tahun dan 8-15 tahun.
Peran ayah untuk anak dalam keluarga adalah sebagai penyeimbang hubungan anak dengan orang tua baik ayah ataupun ibu. Mengingat keadaan sosial saat ini yang bisa membuat ayah semakin banyak berpikir dan fokus untuk memenuhi dari sisi keuangan keluarga bisa membuat hubungan tidak seimbang antara anak dengan orang tua.
Dia menyebut, jika ayah tidak mendapatkan peran ayah di usia tersebut, maka akan terjadi ketimpangan antara pertumbuhan dan perkembangan anak, karena orang tua hanya fokus pada masalah pertumbuhan anak. Ini berdampak pada kemunduran usia perkembangan anak, karena kurang stimulan dari kedua orang tua.
"Untuk menghadirkan pengasuhan yang ideal dibutuhkan peran utama ayah dan ibu (dual parenting) yang memperhatikan perkembangan dan pertumbuhan anak secara menyeluruh," kata Ayah Irwan, dikutip dari laman pemprov Kaltim, Sabtu (24/7/2021).
Indonesia termasuk ke dalam 10 besar negara dengan fatherless atau father hunger dalam pengasuhan anak, yaitu tidak adanya peran ayah karena hanya hadir secara fisik, tetapi tidak terlibat dalam urusan perkembangan anak.
Ada tiga kategori peran ideal seorang ayah, yaitu menyambung keturunan, mencari nafkah, dan peran seorang ayah yang terdiri dari loving yakni mencintai, coaching yaitu melatih, dan modelling yakni menjadi model. Tiga unsur dalam peran seorang ayah ini sangat penting dan saling berhubungan, namun semakin ke sini peran ini mulai tergantikan dengan peran pengasuhan pengganti di luar keluarga inti.
Dia mengingatkan, jia seluruh peran ayah ini hilang, maka akan menyebabkan munculnya kondisi father hunger atau fatherless. Adapun ciri-ciri dari father hunger atau fatherless yaitu ketika usia biologis anak, khususnya anak laki-laki lebih maju dibandingkan usia psikologisnya.
Peran ayah untuk anak dalam keluarga adalah sebagai penyeimbang hubungan anak dengan orang tua baik ayah ataupun ibu. Mengingat keadaan sosial saat ini yang bisa membuat ayah semakin banyak berpikir dan fokus untuk memenuhi dari sisi keuangan keluarga bisa membuat hubungan tidak seimbang antara anak dengan orang tua.
Dia menyebut, jika ayah tidak mendapatkan peran ayah di usia tersebut, maka akan terjadi ketimpangan antara pertumbuhan dan perkembangan anak, karena orang tua hanya fokus pada masalah pertumbuhan anak. Ini berdampak pada kemunduran usia perkembangan anak, karena kurang stimulan dari kedua orang tua.
"Untuk menghadirkan pengasuhan yang ideal dibutuhkan peran utama ayah dan ibu (dual parenting) yang memperhatikan perkembangan dan pertumbuhan anak secara menyeluruh," kata Ayah Irwan, dikutip dari laman pemprov Kaltim, Sabtu (24/7/2021).
Indonesia termasuk ke dalam 10 besar negara dengan fatherless atau father hunger dalam pengasuhan anak, yaitu tidak adanya peran ayah karena hanya hadir secara fisik, tetapi tidak terlibat dalam urusan perkembangan anak.
Ada tiga kategori peran ideal seorang ayah, yaitu menyambung keturunan, mencari nafkah, dan peran seorang ayah yang terdiri dari loving yakni mencintai, coaching yaitu melatih, dan modelling yakni menjadi model. Tiga unsur dalam peran seorang ayah ini sangat penting dan saling berhubungan, namun semakin ke sini peran ini mulai tergantikan dengan peran pengasuhan pengganti di luar keluarga inti.
Dia mengingatkan, jia seluruh peran ayah ini hilang, maka akan menyebabkan munculnya kondisi father hunger atau fatherless. Adapun ciri-ciri dari father hunger atau fatherless yaitu ketika usia biologis anak, khususnya anak laki-laki lebih maju dibandingkan usia psikologisnya.