Kementerian Pendidikan luncurkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Jakarta. Program ini fokus pada rutinitas bangun pagi, ibadah, olahraga, makan sehat, belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Inovasi pendidikan karakter ini didukung penuh oleh DPR dan berbagai kementerian.
Viral kasus penganiayaan terhadap anak di salah satu daycare di Depok, tentu membuat syok banyak orang. Terutama orangtua yang memang sehari-hari menitipkan buah hati
Mentor Sekolah Rumah Tangga, Ulum A Saif, memaparkan dampak serius jika sosok ayah tidak hadir dalam proses pendidikan anak. Hal ini penting diperhatikan
Psikolog Ustadz Adriano Rusfi (Bang Aad) memandang orangtua memiliki peran penting sebagai arsitek peradaban. Dia merujuk pada Surah Ali-Imran ayat 110.
Pegiat Keayahan, Ayah Irwan Rinaldi, mengingatkan para orangtua untuk memilih sekolah yang tepat untuk anak-anaknya. Memilih sekolah yang tepat sangat penting agar pertumbuhan fisik anak sejalan dengan perkembangan psikologisnya.
Kebiasaan berteriak kepada anak akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan mereka, baik secara fisik maupun psikis. Satu teriakan merusak 10 ribu sel otak anak yang membuat anak lambat berpikir
Pada hakikatnya orang tua adalah madrasah pertama bagi anak-anak sebelum dia belajar di sekolah atau madrasah lain. Maka anak semestinya bisa nyaman untuk belajar bersama orang tua saat berada di rumah.
Anak harus didekatkan dengan Al-Quran sejak dini agar hidupnya terpandu oleh petunjuk Allah Ta'ala hingga akhir hayat. Founder Komunitas Sahabat Al-Qur'an, Ustadzah Ramadini Aini, menyebut pendekatan itu harus dilakukan dengan cara menyenangkan dan selalu bahagia.
Sekolah Islam kian menjamur di seluruh Indonesia. Kini orang tua punya banyak pilihan sekolah Islam untuk sang buah hati. Tak jarang ayah bunda kebingungan memilih sekolah Islam terbaik yang cocok untuk anak. Berikut tipsnya.
Salah satu sosok yang menjadi teladan dalam mengasuh anak adalah Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Ibunda Hajar. Keduanya berhasil mendidik anak menjadi anak yang tangguh. Tangguh berarti anak bahagia dan taat kepada orang tua karena landasan cinta dan kagum, bukan karena takut.