LANGIT7.ID, Jakarta - Pendidikan berlangsung tidak hanya di sekolah tapi juga saat anak pulang ke rumah. Terlebih, pada hakikatnya orang tua adalah madrasah pertama bagi anak sebelum dia belajar di sekolah atau madrasah lain. Maka anak semestinya bisa nyaman untuk belajar bersama orang tua saat berada di rumah.
Praktisi Pendidikan, Arif Widianto menyebut kebosanan menjadi salah satu situasi yang dihadapi anak ketika harus belajar di rumah.
"Tidak hanya itu,
gadget yang diberikan orang tua sebagai alat komunikasi dan media pembelajaran, akan menjadi masalah besar apabila alat tersebut digunakan untuk bermain
games bersama temannya saat penerapan belajar di rumah berlangsung," kata Arif di kanal YouTube Qaryah Thayyibah, dikutip Kamis (26/1/2023).
Berkaca dari kondisi tersebut, orang tua harus menciptakan beberapa hal baru agar belajar dirumah menyenangkan. Lalu, bagaimanakah cara orang tua membuat kegiatan belajar mengajar di rumah agar tetap kondusif?
1. Membuat Jadwal Harian AnakMembuat jadwal harian untuk anak akan membantu orang tua membangun rutinitas dan menetapkan kegiatan. Rancang jadwal anak dalam sehari dan sepakati dengan anak. Jadwal ini berisikan kegiatan anak dalam sehari, mulai dari bangun tidur, mandi, makan, belajar, tidur siang, dan seterusnya hingga waktu tidur lagi.
Salah satu jadwal ini dapat mengantisipasi
over dosis bermain
gadget pada anak. Jadwal ini sebisa mungkin harus ditaati oleh seluruh anggota keluarga termasuk orang tua agar anak meneladaninya.
Selain itu, menetapkan durasi belajar juga termasuk dalam penyusunan jadwal. Beberapa anak ada yang cepat bosan jika terlalu lama belajar. Idealnya, belajar bisa 3-4 jam saja sehari. Sisanya anak bisa diajak untuk melakukan aktivitas lain yang menyenangkan atau melakukan
free play atau anak main sendiri sesuai keinginannya.
Nah dalam durasi 3-4 jam belajar itu, orang tua hendaknya mengatur dengan fleksibel. Misalnya, jika anak sanggup belajar 3 jam berturut-turut dalam satu waktu, silakan saja. Tetapi, jika anak tidak sanggup, tidak perlu dipaksa. Atur saja durasi belajar untuk 30 menit atau 1 jam. Bagi rata dalam satu hari dan selingi dengan aktivitas yang anak sukai.
2. Memberikan Suasana Belajar yang KondusifOrang tua wajib memberikan suasana yang nyaman kepada anak ketika belajar. Misalnya, menyediakan meja belajar khusus, tidak ada suara televisi, musik keras, maupun percakapan yang lantang ketika anak sedang belajar.
Kalau perlu, hindari beberapa benda elektronik yang dapat mengganggu fokus belajar anak. Selain itu, orang tua juga harus memberikan izin kepada anak untuk istirahat sejenak ketika jenuh sudah mulai datang. Menyiapkan makanan ringan favorit anak juga dapat menjadi solusi.
3. Gunakan Cara Belajar yang MenyenangkanAgar menjadi instrumen belajar, orang tua dengan kreatif melakukan proises pembelajaran yang dilakukan dalam bentuk permainan, atau cara kreatif lainnya yang juga dapat melatih kemampuan sensorik maupun motorik anak.
4. Kenali Gaya Belajar AnakOrang tua menyesuaikan gaya belajar pada anak. Setiap gaya belajar memiliki kelebihan dan tips tersendiri agar anak mudah menangkap edukasi yang diberikan.
Secara garis besar, ada tiga jenis gaya belajar anak. Pertama, gaya belajar visual yang biasanya anak akan lebih paham dengan melihat gambar. Kedua, ada audio yang cenderung lebih sensitif dengan suara. Ketiga, kinestetik yang mana anak lebih mudah menangkap informasi melalui aktifitas. Untuk itu, sebelum menemani anak belajar, orang tua perlu mengenali gaya belajar anak agar kegiatan belajar mengajar menjadi efektif.
5. Tahan Emosi dan Jangan MenyerahSetiap karakter dan pola anak dalam belajar berbeda satu sama lain. orang tua harus hindari membandingkan satu anak ke anak yang lain. Jika memiliki kesalahan, tuntun kesalahannya dengan sabar, arahkan ke yang benar dan tidak memarahinya.
Pujilah, sanjunglah anak. Berikanlah semangat kepada anak, berikan motivasi. Dengan begitu, anak akan lebih semangat dalam belajar dan termotivasi untuk lebih baik lagi.
(jqf)