Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 01 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Dampak Serius Ketidakhadiran Ayah dalam Pendidikan Anak

Muhajirin Senin, 02 Oktober 2023 - 13:22 WIB
Dampak Serius Ketidakhadiran Ayah dalam Pendidikan Anak
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Mentor Sekolah Rumah Tangga, Ulum A Saif, memaparkan dampak serius jika sosok ayah tidak hadir dalam proses pendidikan anak. Hal ini penting diperhatikan setiap ayah agar bisa membangun generasi muslim ke depan.

Pertama, pendidikan anak jadi tidak memiliki misi, visi, strategi. Semata-mata hanya mekanisasi sehari-hari. Ibu memang madrasah utama bagi anak. Namun arah dalam keluarga tetap ditunjukkan oleh ayah.

Kedua, ibu tidak memiliki tempat curhat. Lelah, suntuk, monoton. Padahal ibu-ibu kalo curhat itu penting bagi mereka. Ketiga, anak terlambat dewasa. Tidak mendapat pendidikan tega sesuai usianya. Kalau anak di bawah 7 tahun pendidikannya masih dalam bentuk kasih sayang. Kalau sudah di atas 7 tahun, maka anak harus dibangkitkan kesadarannya untuk bisa mandiri.

“Anak harus tau tentang realita kehidupan yang tidak mudah. Semua harus didapat dengan perjuangan, lelah, keringat dan seterusnya. Sehingga yang bisa memberikan pendidikan tega adalah ayah,” kata Ulum dalam kuliah Edufic yang diadakan secara daring, dikutip Senin (2/10/2023).

Baca juga:FESyar Regional Jawa 2023 Himpun Transaksi Produk UMKM Rp3 Miliar

Kempat, anak yang anti terhadap ajaran agama. Tidak muncul dari Akidah (Keimanan) dan kecintaan kepada Allah. Kenapa bisa anti? Sebab, pendidikan agama tidak berangkat dari akidah. Luqman Alhakim mendidik anak yang diutamakan adalah akidah.

Manusia Terlahir Fitrah
Ulum menyampaikan satu hadis yang menjawab peran anggota keluarga. Rasulullah SAW bersabdah, "Tidaklah setiap anak dilahirkan kecuali dia dilahirkan di atas fitrah. Maka, bapak ibunyalah yang menjadikannya Yahudi, atau menjadikannya Nasrani, atau menjadikannya Majusi." (H.R. Bukhari Muslim)

Menurut Imam Ibnu Katsir, Fitrah adalah mengakui keesaan Allah dan tauhid. Menurut Imam Al Maraghi, fitrah adalah kecenderungan untuk menerima kebenaran. Menurut Imam Al Qurtubu, fitrah adalah tabiat yang menghantarkan pada ma'rifatullah.

Maka, bila dikaitkan dengan memahami peran anggota keluarga dalam Islam pondasi paling basic adalah ayah dan ibu. Orang tua yang menjaga fitrah anak dan peran anak, yaitu menjaga fitrah dalam dirinya sendiri.

Namun, kata menjaga fitrah ini tentu tidak semudah yang diucapkan. Itu karena memiliki banyak tantangan dan godaan. Ada pula jebakan-jebakan yang membuat fitrah ini tidak terawat sebagaimana semestinya.

“Maknah lain dari Fitrah oleh Imam Al Ghazali yang dapat digunakan untuk diginakan menjadi framework kerangka pendidikan orang tua berbasis fitrah. Fitrah adalah suatu sifat dasar manusia yang dibekali sejak lahir dengan memiliki keistimewaan-keistimewaan,” ujar Ulum.

Di antara keistimewaan itu adalah beriman kepada Allah. Maka sebagai orang tua dan anak harus menjaga dan merawat keimanan. Kedua, dorongan ingin tahu untuk mencari hakikat kebenaran. Ini dapat ditemukan saat belajar.

“Kita ini adalah pembelajar. Sebagaimana nabi Adam yang juga mempelajari tentang nama-nama yang ada dalam surat Al-Baqarah. Hal ini menunjukkan bahwa dalam dori Nabi Adam ada fitrah,” tutur Ulum.

Ketiga, dorongan biologis berupa tabiat, syahwat. Tabiat sudah dibahas lama oleh para ulama terdahulu yang sekarang menjadi bakat. Itu sudah ada dalam fitrah.

“Keempat, kekuatan-kekuatan lain dan sifat-sifat dasar manusia yang dapat dikembangkan dan disempurnakan,” ucap Ulum

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 01 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)