Sekolah Islam kian menjamur di seluruh Indonesia. Kini orang tua punya banyak pilihan sekolah Islam untuk sang buah hati. Tak jarang ayah bunda kebingungan memilih sekolah Islam terbaik yang cocok untuk anak. Berikut tipsnya.
Salah satu sosok yang menjadi teladan dalam mengasuh anak adalah Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Ibunda Hajar. Keduanya berhasil mendidik anak menjadi anak yang tangguh. Tangguh berarti anak bahagia dan taat kepada orang tua karena landasan cinta dan kagum, bukan karena takut.
Pakar Parenting Irwan Rinaldi mengungkapkan, kedekatan orang tua kepada Allah sangat berpengaruh dalam mendidik kesehatan mental anak. Orang tua harus sehat secara mental terlebih dahulu sebelum mendidik anak.
Pakar Parenting Muslim, Ustadz Muhammad Fauzil Adhim, mengatakan, sekolah tidak sekadar berperan sebagai tempat untuk mentransfer pengetahuan. Lebih dari itu, sekolah harus menjadi institusi yang berperan mendidik anak-anak bangsa.
Orang tua berkewajiban mendidik anak agar terhindar dari virus lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Penyimpangan seksual tersebut sudah menjadi isu global, sehingga sangat penting menjaga anak dari pengaruh buruk tersebut.
Data Scientist asal Gresik, Ainun Najib, memberikan tips mendidik anak di era teknologi informasi saat ini. Gadget atau gawai sudah menjadi benda sulit dihindari oleh siapapun, termasuk oleh anak-anak.
Menurut Data Scientist asal Gresik yang berdomisili di Singapura, Ainun Najib, menilai sistem pendidikan di Indonesia perlu ditingkatkan untuk mendukung minat dan bakat siswa. Terutama dalam meningkatkan bakat anak-anak bertalenta.
Sekolah PAUD atau pendidikan anak usia dini menjadi solusi bagi orangtua yang ingin mengasah soft skill anak. Sebab si kecil belajar banyak bersosialisasi.
Psikolog Adriano Rusfi menjelaskan, sekolah dan rumah memiliki peran fungsi yang berbeda dalam pendidikan. Keduanya harus berkolaborasi dalam kerangka yang disebut Co-Parenting. Rumah menjadi poros utama dalam mendidik anak, sementara sekolah berstatus sebagai pembantu pendidikan.
Selama tahun 2022, regulasi dan praktik pendidikan nasional di Indonesia dinilai masih terlalu berorientasi pada pendidikan formal. Pemerintah disebut kurang menghargai dan memperkuat pendidikan keluarga dan masyarakat.
Banyak anak yang sudah dewasa secara fisik tapi belum dewasa dalam pola pikir. Kendati sudah akil baligh, mereka belum bisa menyelesaikan masalah kehidupan. Psikolog Adriano Rusfi mengungkapkan penyebabnya.
Wakil Ketua Markaz Takwinil Ulama Mauritania, Syaikh Mahfuzh Walad Ibrahim Fal Asy-Syinqithi, mengatakan, salah satu tanggung jawab orang tua kepada anak adalah memberikan Pendidikan terbaik.