Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, membeberkan tiga yang mesti diperhatikan oleh orang tua yang kurang memiliki ilmu agama dalam mendidik anak.
Umat Islam di kota-kota besar umumnya condong pada 2 pilihan yakni memasukkan anak ke pesantren atau sekolah Islam. Keduanya memiliki plus minus masing-masing.
Kematangan bersekolah tidak dilihat dari usia. Ini karena setiap anak memiliki perbedaan individu, ada yang berusia 5 tahun sudah matang, ada yang 7 tahun.
Ketika mengajari anak berpuasa, ada rambu-rambu yang mesti diketahui orang tua. Misalnya tak terlalu memaksakan anak berpuasa, atau tak mengajari sama sekali.
Akidah merupakan pondasi dan dasar dalam agama. Sementara akhlak merupakan norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama Islam.
Imran bin Matsan bukan seorang nabi, namun namanya tertulis sebagai salah satu surah dalam Al-Qur'an. Ia dan keluarganya mendapat tempat mulia di sisi Allah.
Selain mendapat pelajaran formal, pesantren memungkinkan anak-anak belajar agama lebih dalam. Beberapa artis pun memutuskan mengirim buah hatinya menuntut ilmu agama di pondok pesantren.
Konsultan Finansial, Prita Hapsari Ghozie, mengatakan, investasi pendidikan sangat penting. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hendak berinvestasi.
Kecanduan teknologi bisa memberi dampak luar biasa kepada anak, terlebih jika orang tua tidak peduli. Keberadaan orang tua mutlak dibutuhkan untuk pengendalian.
Penyaluran langsung ke satuan pendidikan berarti satuan pendidikan wajib memastikan validitas data dalam Dapodik. Jumlah peserta didik yang dihitung sebagai basis BOP merupakan peserta didik yang memiliki NISN.
Dr. Hibana Yusuf, menjelaskan, sekolah umum maupun pesantren memberi banyak nilai positif yang berguna bagi anak. Tapi, pesantren memiliki poin plus dalam memberikan pendidikan akhlak.