Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Cara Mengelola Investasi Reksadana untuk Dana Pendidikan Anak

Muhajirin Sabtu, 19 Februari 2022 - 13:30 WIB
Cara Mengelola Investasi Reksadana untuk Dana Pendidikan Anak
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Konsultan Finansial, Prita Hapsari Ghozie, mengatakan, investasi pendidikan sangat penting. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hendak membuka investasi pendidikan.

Menurut Prita, orang tua harus membedakan investasi untuk jenjang sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), juga jenjang perguruan tinggi. Variasi jenjang TK-SMA itu sangat luar biasa.

"Kalau kita berbicara TK sampai SMA itu variasinya luar biasa banget. itu bisa memulainya dari inflasi hanya 5 persen per tahun hingga 15 persen per tahun, kalau kita berbicara TK hingga SMA," kata Prita dalam webinar di kanal YouTube Bareksa, dikutip Sabtu (19/2/2022).

Ada beberapa hal yang mempengaruhi, seperti suatu sekolah sedang melakukan pembangunan atau tidak. Bila sedang membangun, inflasi biaya sekolah menjadi cukup tinggi, karena biasa membutuhkan uang pembangunan dan lain-lain.

"Tapi kalau tahap stabil mungkin pertumbuhannya atau kenaikannya tidak setinggi itu. Jadi, kembali lagi tergantung dari anak kita berada di tahun yang mana," ucap Prita.

Investasi untuk pendidikan tinggi juga menarik. Dia mencontohkan perguruan tinggi negeri. PTN, kata Prita, sangat bergantung pada peraturan pemerintah. Terdapat satu periode di mana tagihan biaya pendidikan mencakup uang semester dan uang SKS.

"Ada lagi periode uang kuliah tunggal, jadi mulai dari yang terjangkau untuk semua hingga memang kelasnya isinya hanya orang-orang mandiri atau paralel. Pertanyaannya kita kan tidak tahu anak kita masuk yang mana," kata Prita.

Investasi Pendidikan Jika Banyak Anak

Prita juga menjelaskan terkait pasangan yang memiliki banyak anak. Investasi pendidikan ini mesti dibagi menjadi dua anggaran. Pertama, biaya bulanan. Ini seperti biaya untuk bayar uang sekolah, uang les, dan lain sebagainya.

"Ngambil dari mana? Dari gaji orang tua. Oleh sebab itu, mau anak 1, 2 atau 3, dan seterusnya, harus disesuaikan dengan penghasilan orang tua," kata Prita.

Orang tua bisa mengalokasikan 10 persen sampai 20 persen untuk investasi pertama ini. Sebab, dalam kebutuhan rumah tangga pasti terdapat pengeluaran lain yang juga bersifat wajib. Artinya, orang tua harus menyadari dia mampu menyekolahkan anak di jenis sekolah apa.

Kedua, anggaran investasi. Sebab, ketika anak masih TK misalnya, pasti akan melanjutkan ke jenjang sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Jadi, orang tua harus memikirkan biaya pendidikan anak di masa depan, termasuk biaya kuliah.

Makna Banyak Anak Banyak Rezeki

Prita memiliki perspektif sendiri tentang narasi banyak anak banyak rezeki. Menurut dia, anak adalah amanah untuk orang tua yang dititipkan oleh Allah Ta'ala. Maka itu, orang tua harus memberikan yang terbaik untuk sang buah hati.

Dia mengatakan, anak punya rezeki masing-masing ialah anak itu lahir sudah memiliki minat dan bakat masing-masing. Namun, untuk memaksimalkan minat dan bakat itu, perlu bantuan orang tua.

Anak harus mendapatkan bimbingan dalam memaksimalkan minat dan bakat itu. Selanjutnya, anak akan terarah mencapai tujuan hidup berkat dukungan dan bantuan orang tua.

"Anak itu punya minat dan bakat masing-masing, tapi untuk jalan kan dia tidak bisa sendirian jalan, kita harus siapkan, dong, misalnya wadah untuk mencapai tujuan, memaksimalkan minat dan bakatnya. Investasi untuk pendidikan anak itu sangat penting," kata Prita.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)