LANGIT7.ID-Ustadzah sekaligus dokter, dr. Aisah Dahlan mengungkapkan bahwa pria yang sukses di pekerjaan yang bahagia di keluarga.
Sedangkan wanita yang bahagia di keluarga menjadi sukses di pekerjaan. Hal itu diungkapnnya saat menjadi pembicara dalam acara Halal Bihalal dan Peringatan Hari Kartini 2025 bertajuk “Merajut Silahturahmi, Memperkuat Karakter: Peran Perempuan dalam Parenting, Karier dan Kehidupan Sosial” di Gedung Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip pada Sabtu, 19 April 2025.
Lebih jauh, Aisah mengungkapkan memang pria dan wanita sudah ditakdirkan memiliki perbedaan. Sehingga kerap ada muncul perdebatan antar mereka.
Wanita bisa mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus Perbedaan ini dimulai dari perbedaan antara otak pria dan wanita. Otak wanita memiliki konektivitas saraf yang lebih baik antara belahan kanan dan kiri, sehingga wanita dapat melakukan beberapa pekerjaan sekaligus.
Sementara itu, otak pria cenderung lebih fokus pada satu tugas. Begitupun dalam berkomunikasi antara pria dan wanita.
Dalam sehari, rata-rata jumlah komunikasi pria sebanyak 7.000 kata-kata. Sedangkan wanita dalam sehari rata-rata jumlah komunikasi sebanyak 20.000 kata-kata. Oleh karenanya wanita cenderung banyak bicara. Sementara pria cenderung tidak suka banyak dinasihati oleh wanita.
Perbedaan ukuran sclera, istilah bagian mata yang berwarna putih, antara pria dan wanita pun berbeda.
Untuk sclera wanita lebih lebar sehingga masih mampu melihat benda dari sudut matanya. Sebaliknya sclera pria lebih sempit, sehingga fokus pada benda yang ada di depan.
Perbedaan tersebut yang sering pula menjadi perdebatan saat suami tidak menemukan barang yang dicari karena mata pria cenderung fokus pada benda yang dilihat di depan saja. Dan perbedaan lainnya yang cenderung menimbulkan masalah saat keduanya tidak saling memahami.
Untuk itu dr. Aisah Dahlan mengajak para istri sekaligus ibu untuk mencoba memahami perbedaan tersebut. Manakala istri memahami perbedaan, niscaya mampu menghilangkan prasangka buruk terhadap pasangan. Karena ekspresi maupun komunikasi suami yang memang berbeda dengan wanita yang cenderung aktif berbicara dan berekpresi.
Hal tersebut berlaku pula untuk anak-anak. Cara mendidik dan berkomunikasi kepada anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan.
Harapannya dengan kita paham dan belajar perbedaan laki-laki dan perempuan, seorang ibu akan lebih sabar dan bijak dalam mendidik dan memberikan nasihat bagi anak-anaknya.(*)
(hbd)