LANGIT7.ID, Jakarta - Mendidik anak agar beriman kepada Allah merupakan kewajiban setiap orang tua. Namun, masalah baru akan muncul jika orang tua ternyata tidak memiliki ilmu agama yang mumpuni. Padahal, itu merupakan bekal utama.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, membeberkan tiga yang mesti diperhatikan oleh orang tua yang kurang memiliki ilmu agama dalam mendidik anak.
1. NiatMendidik generasi Islami harus dipikirkan oleh setiap orang tua. Tidak sekadar dipikirkan, tapi harus ada tindakan untuk mendidik generasi beriman kepada Allah di masa depan. Ini perlu proses.
“Keinginan mendidik anak dan menciptakan generasi beriman harus disuburkan di dalam hati. Ini tidak boleh dipangkas. Mendidik anak agar selalu memegang agamanya harus selalu dipikirkan dalam benak. Yang repot Kalau orang tua yang tidak peduli,” kata Buya Yahya melalui kanal
YouTube-nya, Selasa (29/3/2022).
Baca juga: Catat! Berikut Ilmu Agama yang Wajib Dipelajari Setiap Muslim Sejak Dini2. Orang Tua tidak Boleh SombongDalam mendidik anak orang tua tidak boleh sombong. Tidak boleh merasa bisa mendidik anak sendiri. Faktor kedekatan ayah dan anak kadang membuat tidak bisa mendidik secara langsung.
“Kadang maunya marah saja kepada anak, karena kita sangat cinta, sehingga sangat ingin melihat dia baik. Tidak ingin ada kesalahan pada anak, makanya kadang kita tidak bisa mendidik,” ucap Buya Yahya.
3. Buat Majelis Ilmu Khusus Anak-anakSetelah dua langkah di atas terpenuhi, maka langkah selanjutnya adalah membuat majelis ilmu khusus untuk anak-anak. Tempat belajar itu harus diatur sedemikian rupa agar menyenangkan bagi anak-anak.
Setelah itu, ada pembagian kelas antara anak berumur 10 tahun ke bawah dan anak 10 tahun ke atas. Materi yang disampaikan tidak perlu berlama-lama dan panjang, khawatir anak menjadi bosan. Setidaknya ada empat materi utama yang harus diajarkan kepada anak.
Pertama, belajar membaca Al-Qur’an. Ini paling mendasar agar anak-anak bisa membaca kitab suci mereka sendiri. Tahap awal, cukup ajari membaca ayat demi ayat saja. Di kemudian hari mereka akan belajar untuk memahami isi kandungan Al-Qur’an.
Kedua, akidah praktis. Akidah adalah ilmu untuk mengenal Allah. Akidah tidak boleh sekadar dihafal saja, tapi harus dirasakan. Maka, orang tua harus membimbing anak mengenali Allah menggunakan perasaan mereka.
Ketiga, fikih praktis. Tidak perlu memaparkan dalil-dalil panjang, cukup beritahu hal-hal mendasar dalam agama seperti kewajiban shalat dan ajak mereka ke masjid. Kewajiban puasa, zakat, dan haji juga harus disampaikan.
Keempat, akhlak praktis. Akhlak berkaitan dengan tata krama, baik dalam keluarga terkhusus berbakti kepada orang tua, di lingkungan sekitar, kepada Rasulullah, hingga akhlak kepada Allah Ta’ala.
Baca juga: Agar Anak Berbakti, Jangan Jadi Orang Tua Zalim“Di sebagian negara etika itu ditanamkan, tapi bukan karena Allah, hanya karena berbuat baik saja. Orang tua muslim harus menekankan segala amal baik harus disandarkan kepada Allah,” ucap Buya Yahya.
Tata Cara PelaksanaanBuya Yahya menjelaskan, empat materi utama itu tidak memerlukan waktu lama. Jika Majelis sudah siap dan guru sudah terlatih, maka cukup alokasikan 45 menit atau 30 menit per hari untuk mempelajari materi-materi tersebut. Jika tidak bisa setiap hari, maka bisa rutin 5 kali dalam sepekan.
“Ambil waktu santai saja, setelah makan. Tapi, guru yang ada dalam tempat belajar itu juga disiplin, gurunya juga pengalaman, gurunya juga bisa mengajar dengan baik. Jadi, jangan merasa bisa mendidik sendiri. Tidak bisa,” ucap Buya Yahya.
Kini teknologi sudah semakin maju. Jika tempat belajar
offline tidak memungkinkan, maka bisa membuat room khusus online untuk pelajaran agama anak. Bisa bekerja sama dengan orang tua dalam komunitas, lalu meminta bantuan seorang guru yang mumpuni.
“Jadi, orang tua hanya mendampingi anak saja. Disiplin waktu. Dalam satu jam itu bisa belajar banyak. Satu jam tapi serius. Anda menjaga anak-anak Anda. Ada kelas yang dibagi-bagi, antara 10 tahun ke bawah dan 10 tahun ke atas. Lalu belajar akidah praktis, fikih praktis, akhlak praktis, ringan saja,” tutur Buya Yahya.
Baca juga: Berhasil Didik Anak Beriman, Ini Kewajiban Orang Tua SelanjutnyaDalam majelis tersebut, pemahaman harus ditekankan. Sebab, jika tidak paham, maka gampang diguncang. Maka itu, orang tua harus mendampingi, sehingga bisa sambil belajar, dan mendidik anak secara perlahan di rumah. Tinggal manajemen waktunya.
“Jadi, kita harus persiapkan itu, materi dan tempat. Orang tua menemani saat
online, sambil ikut belajar. Sehingga anak bisa menghargai,” jelas Buya Yahya.
(jqf)