Kondisi di wilayah terdampak bencana tidak memungkinkan bagi para murid sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal, apalagi mengikuti standar nasional yang telah diberlakukan.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Ia memberi arahan kepada Mendikdasmen Abdul Mu'ti, dan juga ke Mendiktisaintek Brian Yuliarto untuk memasukkan Bahasa Portugis ke dalam kurikulum pendidikan Indonesia.
Metode deep learning atau pembelajaran dengan pendekatan mendalam bisa digunakan bersamaan dengan kurikulum yang sedang dijalani saat ini yaitu Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan, dengan dikeluarkannya Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tidak mengubah kurikulum yang berjalan, melainkan aturan penyesuaian terkait pelaksanaan pembelajaran mendalam atau deep learning.
Hadirnya peraturan baru tentang kurikulum pendidikan merupakan langkah strategis untuk memastikan kebijakan pendidikan nasional tetap selaras dengan dinamika zaman, dan kebutuhan peserta didik Indonesia di masa depan.
Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025 telah terbit menggantikan Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum. Meski begitu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bantah ada perubahan kurikulum.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Muhammad Faesal meminta agar Kurikulum Ahlussunnah wal Jamaah Nahdlatul Ulama yang disusun Lembaga Pendidikan Ma'arif
Kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam ekosistem pendidikan bukan sebagai ancaman. Sebaliknya, dengan bantuan AI,
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi mitra Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah untuk mengembangkan model kurikulum urban bagi Sekolah Indonesia di Jeddah atau SIJ.
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengeritik kebijakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang meminta kegiatan sekolah khusus SMA-SMK dimulai pukul 05.00 Wita.
Di era revolusi industri 4.0 dan memasuki era society 5.0, pendidikan Islam mendapatkan tantangan yang besar. Segala hal jadi serba praktis dan orientasi pendidikan mengarah pada pragmatisme. Akibatnya pendidikan Islam dikhawatirkan tidak dapat membentuk akhlak dan menjawab kebutuhan peserta didik.