LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam di kota-kota besar umumnya condong pada dua pilihan yakni memasukkan anak ke
pesantren atau sekolah Islam. Keduanya memiliki plus minus masing-masing.
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan agama yang sangat baik untuk buah hati. Sebab mereka mendapat ilmu lebih lengkap mengenai Islam dan melatih anak disiplin.
Sementara
sekolah Islam pun menjadi alternatif bagi orang tua yang ingin anaknya menjadi ahli ibadah dan paham agama, namun tetap mereka bisa mengontrolnya setiap hari.
Baca Juga: Selain Pesantren, Sekolah Islam juga Punya Potensi Ekonomi SyariahBerikut plus minus pesantren dan sekolah Islam dari beberapa sumber dilansir Langit7:
Kelebihan pondok pesantren, anak akan didik disiplin untuk beribadah. Mulai dari shalat di masjid, mengaji dan berdzikir, serta mandiri. Keunggulan lainnya mereka dibimbing secara ketat, sehingga terbebas dari pergaulan yang kurang baik seperti kebanyakan remaja sekarang.
Namun kekurangannya, tidak semua orang tua siap melepas sang buah hati, apalagi sampai berbulan-bulan. Belum lagi komunikasi dengan mereka dibatasi, seperti tidak boleh memegang ponsel atau dijenguk sesering mungkin.
Sementara hal ini tidak berlaku bagi orangn tua yang menyekolahkan anak di sekolah Islam. Setiap hari mereka bisa bertemu usai pulang sekolah. Tapi sisi buruknya, orang tua harus lebih intensif mengawasi mereka, jangan sampai salah pergaulan.
Tapi tidak berbeda dengan pesantren, sekolah Islam atau berbasis Islam pun akan memberikan pendidikan lebih kepada buah hati. Ada kegiatan rutin seperti mengaji atau berdzikir sebelum belajar, sholat berjamaah, materi agama yang lebih dominan.
Hanya saja bila orang tua memasukkan anak ke sekolah Islam, jangan sampai pendidikan mereka sebatas berlangsung di sekolah. Tapi perlu metode lagi untuk membiasakan mereka disiplin mengerjakan apa yang diajarkan orang para gurunya.
(bal)