alexametrics
Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 07 Februari 2023
home edukasi & pesantren detail berita

Tips Ainun Najib Hindarkan Anak dari Dampak Negatif Gadget

Muhajirin Rabu, 14 Desember 2022 - 21:31 WIB
Tips Ainun Najib Hindarkan Anak dari Dampak Negatif Gadget
Ainun Najib (kiri) bersama putra sulungnya Ahmad Dzuizz Annajib (kanan) (Dok Pribadi)
LANGIT7.ID, Yogyakarta - Di era teknologi informasi saat ini, gadget atau gawai sudah menjadi benda yang sulit dihindari oleh siapapun, termasuk oleh anak-anak. Persoalannya, selain memberi dampak positif, gadget juga membawa dampak negatif. Pakar teknologi, Ainun Najib memberikan tips menghindarkan anak dari dampak negatif gadget.

“(Anak) kalau belum dikasih gadget, jangan dikasih gadget. Tapi, kalau sudah dikasih gadget, jangan ditarik. Jadi, para orang tua, kalau bisa mempuasakan anaknya dari gadget, puasakan. Tapi, orang tua yang bisa berperan seperti itu langka sekali,” kata Ainun saat ditemui langit7.id di Yogyakarta, Selasa (13/12/2022).

Menurut Ainun, mempuasakan anak dari gadget bukan perkara mudah. Meski sudah dihindarkan dari gadget, mau tak mau momen dalam tertentu orang tua terpaksa memberikan gawai untuk menenangkan anaknya.

Baca Juga: Kisah Ainun Najib, Santri Desa Jadi Data Scientist Mendunia

“Kalau sudah begitu, seterusnya pasti minta tablet, nonton video seperti itu atau main gim. Naik lagi minta gadget. Justru, kalau minta laptop itu pertanda bagus, karena sekarang laptop hanya dipakai untuk sesuatu yang produktif,” ujar Ayah empat anak itu.

Saat anak sudah terlanjur mengenal gawai, maka tidak perlu ditarik lagi. Orang tua hanya perlu memposisikan diri sebagai pengontrol dan guru. Menurut Ainun, lebih baik anak-anak mengakses informasi sensitif melalui orang tuanya ketimbang didapatkan sendiri atau lewat orang lain.

"Kalau sudah tahu hal sensitif dari yang lain, ke depan akan sulit dikontrol, apalagi kalau takut ketahuan orang tua," ujar Ainun.

Ainun lalu mencontohkan kondisi keluarganya saat ini. Ainun mengaku sudah terlanjur memberikan gadget kepada anak-anaknya sejak kecil. Maka itu, dia membuat semacam trik untuk mengontrol informasi atau tontonan yang diakses anak.

Baca Juga: Speech Delay, ‘Penyakit’ Populer Balita di Era Gadget

“Alhasil, karena saya terlanjur tidak bisa mempuasakan anak-anak, kebetulan mazhab saya ‘liberal’. Trik saya, TV di ruang tamu, jadi anak-anak nonton youtube, kita juga bisa lihat. Terus kemudian, kalau bisa dibatasi, dibatasi,” ujar Ainun.

Gadget Harus Jadi Media Belajar

Hal terpenting, kata dia, orang tua harus selalu menekankan agar anak memanfaatkan teknologi sebagai media belajar. Itu satu-satunya cara jika anak sudah terlanjur mengenal gawai. Memang harus dikontrol terus, agar anak dipastikan mendapat pelajaran dari video yang ditonton.

“Namun, kalau anak-anak nonton youtube, selalu saya cerewetin. Kadang tidak saya paksa, kadang saya paksa juga. Kalau sesekali saya melihat mereka nonton youtube yang tidak bermanfaat, saya bilang it's ok, tapi kamu harus belajar dari situ. Jadi, mereka nonton video-video sains, dll,” ujar Ainun.

Hal itu tentu menimbulkan konsekuensi lanjutan. Anak yang sudah terpapar informasi sejak kecil, maka akan muncul ragam pertanyaan dari anak. Mulai dari permasalahan seksualitas, agama, sains, sampai ke hal-hal yang bersifat filosofis.

Baca Juga: Waktu Makan Anak Disarankan Tanpa Gawai, Jangan Sambil Menonton

“Nah, konsekuensi lanjutannya juga, anda harus siap dengan pertanyaan yang aneh-aneh. Beneran aneh-aneh, tidak hanya soal biologi (seksualitas). Anak-anak bisa bertanya soal religi, antaragama,” ujar Ainun.

Pada posisi ini, orang tua harus bisa menjadi guru. Bukan berarti asal menjawab. Artinya, mau tidak mau orang tua harus belajar lagi agar bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari anak. Terlebih anak-anak sekarang sudah bisa mengakses apa saja, di mana saja, dan kapanpun. Akan lebih jika keresahan anak ditumpahkan ke orang tua.

“Kalau anda bisa menemukan kenikmatannya di situ, seperti menyisihkan kekhawatiran, itu anda seru juga ngobrol sama anak-anak,” ujar Ainun.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
right-1 (Desktop - langit7.id)
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 07 Februari 2023
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
12:10
Ashar
15:27
Maghrib
18:20
Isya
19:32
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan