LANGIT7.ID, Jakarta - Anak harus didekatkan dengan
Al-Qur’an sejak dini agar hidupnya terpandu oleh petunjuk Allah Ta'ala hingga akhir hayat. Founder Komunitas Sahabat Al-Qur'an, Ustadzah Ramadini Aini, menyebut pendekatan itu harus dilakukan dengan cara menyenangkan dan selalu bahagia.
Kecenderungan seorang anak adalah bermain. Maka, orang tua baik ayah maupun ibu penting memahami hal tersebut agar tidak merenggut naluri bermain anak. Tetap bermain tetapi disertai dengan aktivitas belajar-mengajar.
Nah, ada empat cara yang bisa dilakukan ayah dan ibu untuk mengajari anak cepat membaca Al-Qur’an. Di antaranya:
1. Dimulai dari IbuApakah ibu sudah cinta Al-Qur’an? Tilawah sudah baik? tilawah sudah rutin? Anak selalu meniru orang-orang yang ada di sekitarnya, terkhusus ibu. Anak adalah peniru terbaik di muka bumi, maka tumbuhkan cinta dengan memberikan teladan.
Baca Juga: Cara Asyik Ajari Balita Pintar Membaca Al-Quran
"Bagaimana kita mau semangat ngajarin, kalau kita saja jarang ngaji, kalau bacaan kita saja belum benar. Anak di usia 0-7 tahun itu otaknya bisa menyerap informasi, suara, apa yang dilihat, dengan mudah,” kata Ustadzah Dini dalam webinar Rumah Quran Ibu yang diikuti
Langit7, Selasa (10/1/2023).
2. Asosiasikan Hal-hal yang Disukai Anak dengan Allah, Rasulullah, dan Al-Qur’anIbu perlu mengenal anak, apa yang disukai dan apa yang tidak disukai. Dari situ, ibu bisa mengasosiasikan segala hal yang disukai anak dengan Allah, Rasulullah dan Al-Qur’an.
“Setiap kita bicara sama anak, ngomongnya itu Allah lagi, Rasulullah lagi. ‘Eh kaka di Al-Qur’an ada loh tentang ini, tentang itu’. Pokoknya terus. Seperti hal-hal sepele seperti mengajak anak makan siang, yang bisa baca surah tertentu bisa makan duluan. Dari hal-hal kecil saja.,” ucap Ustadzah Dini.
3. Beri Apresiasi Setiap Anak Mencapai Target Belajar Al-Qur’anKetika anak berhasil membaca satu halaman, khatam iqra’, orang tua bisa memberi hadiah. Hadiah bisa berupa pelukan, waktu berkualitas, jalan-jalan, mainan, dan lain sebagainya. Hadiah tidak mesti materi, bisa menunjukkan kasih sayang atau memberikan kata-kata baik ucapan 'aku cinta kamu, nak’.
Baca Juga: Cara Didik Anak Cinta Al-Qur'an Berdasarkan Usia
“Misal, anak sudah hafal semua huruf hijaiyah, kita beri apresiasi. Bebas, bisa kita ajak main, kasih pelukan, snack yang dia suka. Intinya, bikin anak bahagia ketika ada sangkutannya dengan Al-Qur’an.Jadi akan muncul dalam dirinya hal-hal positif berkaitan dengan Al-Qur’an,” ungkap Ustadzah Dini.
4. Belajar Sambil BermainSangat penting tidak mengajari anak saat moodnya buruk seperti saat anak sedang ngantuk atau lapar. Begitu juga dengan ibu, saat tidak
mood jangan ajar anak, itu bisa berpengaruh kepada anak.
“Penting banget untuk menjaga
mood, jadi ibunya harus tenang kondisinya, bahagia kondisinya, baru mengajari anak. Apalagi kalau mau mengajari Al-Qur’an. Supaya apa? Supaya apa-apa yang terkait dengan Al-Qur’an ibunya baik kalau ngajar itu. anak pun di kondisi nyaman," terangnya.
Lalu, kapan cara tersebut bisa dilakukan?. Orang tua bisa membagi waktu belajar-mengajar dengan waktu salat. Itu juga cara memperkenalkan anak dengan salat.
Schedule terutama anak-anak balita tidak tetap cuma aktivitasnya harus banyak.
Baca Juga: 10 Surat Pendek Juz Amma Mudah Dibaca dan Dihafal Si Kecil
“Tapi sebisa mungkin anak-anak selalu diperkenalkan dengan waktu salat,” ucap Ustadzah Dini.
Misal Subuh waktunya bangun tidur, dzikir pagi, makan, mandi, jalan. Dhuha waktunya main, ngaji, tadabbur/tafakkur alam. Dhuhur waktunya makan, tidur, main, dan ngaji. Ashar waktunya salat, dzikir petang, main, ngaji, baca buku, dan makan. Maghrib waktunya ngaji dan baca buku. Isya waktunya baca buku dan tidur.
“Ibu bisa menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak. Misal jam salat ikut abi (ayah) salat di masjid,” ungkap Ustadzah Dini.
(jqf)