LANGIT7.ID, Jakarta -
Al-Qur'an adalah pedoman hidup bagi orang-orang beriman. Tak sedikit muslim yang jauh dari Al-Qur'an karena tidak dekat dengan Al-Qur'an sejak dini.
Founder Komunitas Sahabat Al-Qur'an, Ustadzah Ramadini Aini, mengatakan, mengajari dan mendidik anak mencintai Al-Qur’an sejak dini penting dilakukan setiap orang tua. Dalam belajar membaca Al-Qur’an, mengenal huruf merupakan hal yang paling utama.
Akan tetapi, mengajari anak-anak khususnya balita tidak seperti mengajari anak-anak yang sudah baligh. Anak balita lebih suka bermain. Maka itu, proses mengenalkan huruf harus diatur sedemikian rupa agar tidak merasa belajar, tapi merasa bermain.
Baca Juga: Cara Tepat Anak Hafal Al-Quran, Sesuaikan dengan Gaya Belajarnya
Ustadzah Dini mengenalkan Metode Utrujah untuk membantu anak mengenal Al-Qur’an. Ada pula metode-metode lain yang bisa dipilih seperti al-Baghdadi, Tilawati, Qiraati, Al-Barqi, Iqro’, Insani, Tartila, dan lainnya.
“Metode itu dapat mempermudah anak belajar Al-Qur’an dengan cepat. Tapi yang paling penting adalah mengajari anak AL-Qur’an, tapi dia tidak merasa sedang belajar Al-Qur’an. Juga orang tua saat mengajar tidak merasa stres, tapi mengasyikkan,” kata Ustadzah Dini dalam webinar oleh Rumah Quran Ibu yang diikuti
Langit7 secara daring, Selasa (10/1/2023).
Metode ini ditemukan oleh Dr. Sarmini. Metode itu bersifat luwes, fleksibel, mudah, dan menyenangkan. Diawali dari yang mudah. Sedangkan, yang susah dibuat menyenangkan.
Selain itu, memperbanyak
reward serta meminimalisir
punishment. Hal tersebut, membuat peserta didik tidak merasa bosan dan tidak merasa kesulitan dalam belajar Al-Qur’an.
Baca Juga: Hilangkan Rasa Trauma, Anak Penyintas Gempa Cianjur Belajar Baca Al Quran
Beberapa langkah dalam metode ini, di antaranya:
1. Mengajarkan Bunyinya, Bukan HurufnyaKesalahan orang tua pada umumnya sudah hafal huruf hijaiyah dengan pelafalan huruf seperti alif dan jim. Ini Namanya mengajarkan huruf, bukan bunyi huruf. Dalam metode Utrujah, sebelum memperkenalkan simbol huruf hijaiyah, anak terus diperdengarkan dengan bunyi-bunyi huruf.
“Bisa melalui murottal. Itu untuk membiasakan telinga dalam membunyikan huruf,” kata Ustadzah Dini.
Seperti huruf ba (ب)lengkap dengan harakat fathah, kasrah, dan dhammah. Walaupun anak tidak tau simbol huruf, tapi dia tau bagaimana huruf itu diucapkan. Saat nanti mengajarkan simbol, ajarkan bunyinya seperti ba, bi, bu.
Baca Juga: Hukum Membaca Al-Qur’an dengan Irama atau Melagukannya
2. Mulai dari yang Sudah Bisa, Akhirkan dengan yang SusahAnak-anak dari usia satu tahun sudah bisa berbicara seperti ucapan ‘mama’ dan ‘papa’. Nah, ketika mengajarkan simbol huruf, mulai dari kata-kata yang sering diucapkan anak. Seperti huruf Ba (ب), Ma (م), dan La (ل).
3. Acaklah Huruf untuk Menghindari Huruf yang simbolnya MiripHuruf-huruf yang mirip seperti ( ب ت ث) harus dipisah. Ada juga huruf mirip seperti (ج ح خ). Intinya, semua huruf-huruf dengan simbol dipisah-pisah untuk memudahkan anak. Tidak perlu mengikuti urutan huruf hijaiyah yang sudah dikenal orang dewasa.
“Ini juga tidak diajarkan dalam waktu yang sama,” ujar Ustadzah Dini.
4. Ajarkan dengan Suku Kata dengan Menirukan, Jauhkan Teori dengan IstilahTidak perlu mengajari anak dengan teori-teori tajwid seperti idgham, ikhfa, iqlab, dan izhar. Ajari anak hukum panjang-pendek dengan dengan bunyi atau menyuarakan dua harakat.
Baca Juga: Multaqa Ulama Al-Qur’an Nusantara Hasilkan 6 Rekomendasi
“Anak-anak kecil itu realistis. Langsung aja
to the point, huruf Ba bibirnya begini,”
5. Tempelkan dan Sebarkan di Tempat yang Sering Dilalui AnakSimbol-simbol huruf bisa ditempel di daerah-daerah rumah yang sering dilewati anak seperti pintu, kulkas, dan dinding tempat bermain. Bisa menggunakan poster atau apapun yang membuat anak tertarik untuk melihatnya.
“Jadi, sebelum tidur, kita ajak baca poster sambil lompat-lompat. Jadi seru. Jadi, kita juga merasa tidak sedang mengajar, dan anak juga tidak merasa sedang belajar,” tutur Ustadzah Dini.
Baca Juga: Bagaimana Al-Quran Membentuk Adab dan Peradaban Umat Manusia?(jqf)