LANGIT7.ID, - Jakarta - Allah Ta'ala menurunkan
Al Quran sebagai pedoman agar
umat Islam tidak tergelincir ke hal-hal negatif selama menjalani kehidupan di muka bumi. Karenanya perlu untuk menanamkan nilai-nilai kecintaan pada Al Quran sejak dini, dimulai dari lingkungan
keluarga.
Menurut pendakwah Ustaz Hawari, Lc., M.E.I. mengatakan ada cara mendidik tersendiri agar anak mencintai Al Quran berdasarkan tingkatan usianya.
Dia pun membagikannya berdasarkan menjadi lima kategori usia, mulai dari bayi hingga remaja.
Baca juga: Ingin Anak Jadi Hafidz, Rey Mbayang: Sebaik-baik Pedoman Itu Alquran
Usia 0-2 tahun
Pada usia ini, orang tua harus fokus mengajarkan dengan pola membiasakan mendengarkan lantunan Al-Quran. Hal ini tentunya harus dimulai dari orang tua yang juga harus sering mendengarnya.
"Kebiasaan orang tuanya kalau sering membaca Al-Qur'an nanti lama-kelamaan akan terekam di dalam benak dan otak sang anak. Seperti membiasakan anak mendengarkan orang tua mengaji, membaca Alquran, dan surat-surat pendek. Karena umumnya anak 0-2 tahun itu bicaranya belum lancar, jadi bagaimana bisa menghafal kalau bicaranya saja belum lancar," ujar Ustaz Hawari dalam webinar yang diikuti Langit7 beberapa waktu lalu.
Usia 3-6 tahun
Di usia ini anak sudah mulai lancar berbicara dan menangkap saat orang bercerita. Orang tua bisa memulai mengenalkan Al Quran melalui kisah-kisah sederhana dari nabi dan para sahabat.
Mengenalkan anak di level ini sebaiknya menghindari penekanan pada hafalan terlebih memaksakan menyetor hafalan.
"Kita bisa mengenalkan yel-yel tentang cinta Al Quran. Buat saja yel-yelnya tentang cinta terhadap Al Quran, senandung-senandung tentang Al Quran kemudian tidak menggunakan hukuman fisik," katanya.
Baca juga: Rumah Tahfidz Darul A'Shom Bantu Tunarungu Baca AlquranSelanjutnya, orang tua bisa menggunakan media yang kreatif sebab anak-anak merupakan peniru ulung. Ustaz Hawari menyarankan pada para orang tua untuk mulai mengenalkan adab-adab dalam memperlakukan Al Quran.
"Seperti mushaf Al Quran tidak boleh di coret-coret seperti buku biasa atau diwarnain, kemudian tidak dibiarkan terbuka. Kalau sudah ditutup, ditaruh di tempat yang tinggi dan jangan tidak ditumpuk dengan buku-buku yang lain. Itu adabnya. Kemudian tidak ditaruh di lantai atau dilempar dan disobek-sobek atau dibawa ke toilet. Jadi ini harus diperkenalkan sejak dini sehingga mereka tahu ini bukan buku biasa," tuturnya.
Usia 7-10
Ustaz Hawari mengatakan anak di usia ini mulai mengenal perintah, karena itu orang tua bisa mulai memberi perintah untuk anak-anak menghafal surat-surat Al Quran.
Dari Amr bin Syu'aib, bahwa Rasulullah shallawwahu alaihi wasallam bersabda, "Perintahlah anak-anakmu salat di waktu mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka manakala mengabaikannya ketika mereka berumur sepuluh tahun. Serta pisahkan mereka di dalam tempat tidur mereka (sejak itu)."
Karenanya, antara usia 7-10 tahun cara mendidik terbaiknya adalah dengan perintah membiasakan untuk membaca Al-Qur'an. Ketika sudah dibiasakan sejak dini, kelak saat tua akan terasa ringan dan mudah.
"Tanamankan kebiasaan di usia ini, sebab itu adalah usia emas. Kalau kita kehilangan usia seperti ini, kita kehilangan sesuatu yang besar untuk anak-anak kita," kata Ustaz Hawari.
Usia 11-13 tahun
Pada usia yang sudah remaja ini, orang tua sudah harus mulai mengenalkan hadist-hadist tentang keutamaan menghafal Al Quran.
Baca juga: Kisah Pangeran Sultan, Muslim Pertama Khatam Alquran dan Shalat di Luar AngkasaSebagaimana dijelaskan dalam salah satu hadis, “Siapa yang menghafal Al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia."
"Usia ini mulai ikut camping atau karantina Al Quran terutama di bulan Ramadan. Atau lomba-lomba, itu juga bisa sebagai motivasi, yang jelas motivasinya bukan sebagai hadiah tetapi untuk menguji kemampuan diri," jelasnya.
"Perlu juga diperhatikan jadwal setoran bacaan dan hafalan misal setiap habis fajar dikasih waktu setengah jam untuk menghafal setoran," lanjut Ustaz Hawari.
Usia 14-17 tahun
Pada usia di atas 14 tahun sudah bisa diajak berdiskusi terkait kisah-kisah Al Quran yang lebih dalam. Dan usia ini juga sudah bisa diarahkan. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa usia ini termasuk rawan, karena anak tengah mencari jati diri.
"Makanya mendekatkan diri dengan Al-Qur'an itu sangat luar biasa di usia demikian. Di saat anak-anak banyak yang terjatuh, rusak, tergelincir, diluar kontrol jadi ke arah yang negatif banyak. Kenalkan dengan mengambil ibro tentang cerita-cerita yang ada di Al-Qur'an. Tekankan juga tentang belajar dan mengajar Al Quran. Meskipun nanti mereka jadi insinyur, ekonom, politikus dan lainnya tetapi basic itu harus ada terhadap anak-anak Anda," tandas Ustaz Hawari.
(est)