LANGIT7.ID - , Jakarta - Pangeran Sultan, putra Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz mencetak sejarah pada 17 Juni 1985, menjadi orang Arab pertama meninggalkan orbit Bumi untuk memulai misi di pesawat ulak-alik Discovery. Dia juga Muslim pertama yang
membaca Alquran dan shalat di luar angkasa.
Masa itu, Pangeran Sultan menjadi spesialis muatan yang bergabung dengan kru, terdiri dari lima orang Amerika dan satu orang Prancis dalam misi pengiriman tiga
satelit ke orbit, termasuk ARABSAT-1B.
Misi pesawat ulang-alik STS-51-G Discovery NASA lepas landas dari Kennedy Space Center di Florida pada pukul 07.33 pagi waktu setempat pada 17 Juni 1985.
Baca juga: Umat Islam juga Bisa Menjelajah ke Luar Angkasa, Inilah 9 Astronot MuslimTanggal peluncuran jatuh pada hari ke-29
Ramadhan. Masa itu, Pangeran Sultan dihadapkan pada dilema harus berpuasa selama pelatihan intensif sebelum penerbangan dan menjalankan misi. Namun, daripada memilih menunda puasanya dan mengganti di hari lain, Pangeran Sultan memutuskan untuk berpuasa selama misi.
Pangeran Sultan turut membawa satu set
tasbih dalam misi itu. Hebatnya, dirinya berhasil mengkhatamkan Alquran selama di luar angkasa.
Memandang ke luar jendela pesawat, dan melihat Bumi dari ketinggian, memberi Pangeran Sultan perspektif baru tentang kehidupan.
“Ini benar-benar menakjubkan. Kelihatannya sangat kecil dan rapuh sehingga saya tidak tahu mengapa kita sebagai manusia tidak selalu mengingatkan diri kita sendiri. Kadang-kadang kita salah paham,” ujarnya, dalam wawancara panjang dengan Al Arabiya English, dikutip Langit7.id, Selasa (21/6/2022)
Baca juga: Foto-Foto Astronot Mendarat di Bulan Dijual Rp2,4 Miliar
Arab Saudi akan Kembali Lakukan Misi Luar Angkasa
Pangeran Sultan bin Salman, putra
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz, mengumumkan, Arab Saudi akan kembali melakukan misi ke luar angkasa. Hal tersebut untuk merefleksikan perjalanannya dan berbagi kekagumannya pada generasi baru astronot Arab.
“Arab Saudi, tentu saja akan kembali ke luar angkasa. Kita harus kembali ke luar angkasa. Tetapi kita harus kembali ke luar angkasa dengan perspektif tidak hanya membawa barang-barang kembali, tetapi mendorong teknologi untuk membantu kita di sini di Bumi," kata Pangeran Sultan.
(est)