Ekonom INDEF Prediksi Indonesia Masuk Metaverse di Tahun 2045
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 25 Januari 2022 - 09:02 WIB
Ilustrasi bekerja dalam Metaverse. Foto: LANGIT7/iStock
Kata metaverse atau meta semesta mulai banyak diperbincangkan masyarakat dunia seiring dengan perubahan nama perusahaan induk Facebook menjadi Meta dan mengadopsi metaverse. Mark Zuckerberg ingin menciptakan dunia virtual dengan menggabungkan teknologi augmented reality (AR) dan virtual realty (VR).
Metaverse sendiri merupakan penciptaan sebuah dunia yang memungkinkan pengguna internet menjelajah dengan pengguna lainnya dalam bentuk virtual. Jika digambarkan, pengguna akan menggunakanteknologi AR untuk dapat terkoneksi dengan pengguna lain.
Baca juga: Tertarik Beli Lahan Virtual di Metaverse? Begini Caranya
Bicara tentang metaverse tidak akan ada habisnya. Pasalnya teknologi akan selalu berkembang seiring perkembangan zaman. Bahkan, beberapa pesohor dunia sudah mulai mengambil ancang-ancang dengan membeli lahan di metaverse.
Ekonom Institut for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda mengatakan Indonesia masih belum siap untuk masuk ke Metaverse yang kompleks.
"Kalau pemerintah mau membuat Metaverse yang komplek seperti kita bisa membeli tanah, kemudian kita bisa bertransaksi via Bitcoin, itu kayaknya masih jauh," katanya kepada Langit7, Senin (24/1/2022).
Menurut Huda, sistematika bertransaksi yang ditawarkan oleh Metaverse belum ada di Indonesia.
Metaverse sendiri merupakan penciptaan sebuah dunia yang memungkinkan pengguna internet menjelajah dengan pengguna lainnya dalam bentuk virtual. Jika digambarkan, pengguna akan menggunakanteknologi AR untuk dapat terkoneksi dengan pengguna lain.
Baca juga: Tertarik Beli Lahan Virtual di Metaverse? Begini Caranya
Bicara tentang metaverse tidak akan ada habisnya. Pasalnya teknologi akan selalu berkembang seiring perkembangan zaman. Bahkan, beberapa pesohor dunia sudah mulai mengambil ancang-ancang dengan membeli lahan di metaverse.
Ekonom Institut for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda mengatakan Indonesia masih belum siap untuk masuk ke Metaverse yang kompleks.
"Kalau pemerintah mau membuat Metaverse yang komplek seperti kita bisa membeli tanah, kemudian kita bisa bertransaksi via Bitcoin, itu kayaknya masih jauh," katanya kepada Langit7, Senin (24/1/2022).
Menurut Huda, sistematika bertransaksi yang ditawarkan oleh Metaverse belum ada di Indonesia.