Transisi Energi, Pemerintah Konversi Kendaraan BBM ke Listrik
Mahmuda attar hussein
Rabu, 26 Januari 2022 - 12:30 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial. Foto: Langit7/Attar
Saat ini, pembangkit listrik masih didominasi oleh pembangkit fosil yang berpotensi menghasilkan emisi karbon. Sedangkan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) pemanfaatannya masih relatif kecil.
Di samping itu, akses untuk masyarakat belum mencapai 100 persen. Juga konsumsi listrik per kapita di Indonesia masih relatif rendah.
"Untuk itu peningkatan kapasitas pembangkit listrik nasional terus digenjot dengan melakukan facing out pembangkit batu bara secara bertahap," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial dalam Indonesia Economic Outlook 2022: Strategi Pemenuhan Kebutuhan Energi Nasional dan Kesiapan Menuju Transisi Energi, Rabu (26/1).
Baca juga: Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Bakal Tambah 2 SPKLU di Lampung
Selanjutnya, sambung dia, mengganti pembangkit tenaga diesel dengan pembangkit yang berasal dari EBT, menerapkan carbon tax pada pembangkit listrik tenaga uap, dan memanfaatkan gas bumi sebagai transisi sebelum pembangkit EBT bisa berkontribusi 100 persen, serta melaksanakan pengembangan pembangkit EBT.
Dia menegaskan, peningkatan kapasitas pembangkit EBT akan terus ditingkatkan pemerintah. Selain untuk memenuhi target bauran energi sebesar 23 persen pada 2025, juga sebagai upaya memenuhi target emisi maupun net zero emission.
Pada 2021, realisasi kapasitas terpasang pembangkit listrik EBT telah mencapai 11.152 megawatt dan pada tahun ini ditargetkan mencapai 11.791 megawatt.
Di samping itu, akses untuk masyarakat belum mencapai 100 persen. Juga konsumsi listrik per kapita di Indonesia masih relatif rendah.
"Untuk itu peningkatan kapasitas pembangkit listrik nasional terus digenjot dengan melakukan facing out pembangkit batu bara secara bertahap," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial dalam Indonesia Economic Outlook 2022: Strategi Pemenuhan Kebutuhan Energi Nasional dan Kesiapan Menuju Transisi Energi, Rabu (26/1).
Baca juga: Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Bakal Tambah 2 SPKLU di Lampung
Selanjutnya, sambung dia, mengganti pembangkit tenaga diesel dengan pembangkit yang berasal dari EBT, menerapkan carbon tax pada pembangkit listrik tenaga uap, dan memanfaatkan gas bumi sebagai transisi sebelum pembangkit EBT bisa berkontribusi 100 persen, serta melaksanakan pengembangan pembangkit EBT.
Dia menegaskan, peningkatan kapasitas pembangkit EBT akan terus ditingkatkan pemerintah. Selain untuk memenuhi target bauran energi sebesar 23 persen pada 2025, juga sebagai upaya memenuhi target emisi maupun net zero emission.
Pada 2021, realisasi kapasitas terpasang pembangkit listrik EBT telah mencapai 11.152 megawatt dan pada tahun ini ditargetkan mencapai 11.791 megawatt.