Langit7, Jakarta - Saat ini, pembangkit listrik masih didominasi oleh pembangkit fosil yang berpotensi menghasilkan emisi karbon. Sedangkan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) pemanfaatannya masih relatif kecil.
Di samping itu, akses untuk masyarakat belum mencapai 100 persen. Juga konsumsi listrik per kapita di Indonesia masih relatif rendah.
"Untuk itu peningkatan kapasitas pembangkit listrik nasional terus digenjot dengan melakukan
facing out pembangkit batu bara secara bertahap," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial dalam
Indonesia Economic Outlook 2022: Strategi Pemenuhan Kebutuhan Energi Nasional dan Kesiapan Menuju Transisi Energi, Rabu (26/1).
Baca juga: Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Bakal Tambah 2 SPKLU di LampungSelanjutnya, sambung dia, mengganti pembangkit tenaga diesel dengan pembangkit yang berasal dari EBT, menerapkan
carbon tax pada pembangkit listrik tenaga uap, dan memanfaatkan gas bumi sebagai transisi sebelum pembangkit EBT bisa berkontribusi 100 persen, serta melaksanakan pengembangan pembangkit EBT.
Dia menegaskan, peningkatan kapasitas pembangkit EBT akan terus ditingkatkan pemerintah. Selain untuk memenuhi target bauran energi sebesar 23 persen pada 2025, juga sebagai upaya memenuhi target emisi maupun
net zero emission.
Pada 2021, realisasi kapasitas terpasang pembangkit listrik EBT telah mencapai 11.152 megawatt dan pada tahun ini ditargetkan mencapai 11.791 megawatt.
"Sebagai upaya percepatan pemerintah akan mendorong pengembangan pembangkit EBT sebesar 20,9 gigawatt sampai akhir 2030," jelasnya.
Baca juga: Dukung Perhelatan Presidensi G20, Gernas BBI Tampilkan Kendaraan ListrikSelain itu, pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan berbasis baterai. Dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penggantian Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).
Sampai dengan akhir 2021, pemerintah telah memasang 267 unit SPKLU di 224 lokasi tersebar di Jakarta, Tangerang, dan Bandung. Di samping itu juga telah terdapat 226 SPBKLU yang tersebar di 265 lokasi di Jakarta dan Tangerang.
"Salah satu upaya mendorong pemanfaatan kendaraan listrik, khususnya roda dua, kami menginisiasi proses konversi sepeda motor dengan BBM ke sepeda motor listrik," ujarnya.
Baca juga: Mobil Listrik Jadi Kendaraan Resmi KTT G20Pada 2022 pihaknya menargetkan dapat mengonversi sebanyak 100 unit sepeda motor, dengan perluasan program konversi yang akan dilaksanakan oleh beberapa kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
(zul)