LANGIT7.ID, Jakarta - DPD RI memberikan sinyal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, yakni Pertalite dan Solar. Kenaikkan ini diharapkan dapat menahan konsumsi penggunaan bensin, sebab beban subsidi BBM membengkak pada 2022 hingga tiga kali lipat.
Jika sebelumnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk subsidi BBM hanya Rp152,5 triliun menjadi saat ini Rp502,4 triliun. Wakil Ketua III DPD, Sultan Baktiar Najamudin mengatakan, harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi akan naik dalam waktu dekat.
“Dalam waktu dekat hampir dipastikan bahwa BBM (subsidi) pasti naik,” ujarnya saat dalam rapat kerja di Gedung DPD RI, Kamis (25/8/2022).
Kondisi perekonomian Indonesia pada 2022 memang menunjukkan perbaikan daripada 2021. Namun, kondisi pemulihan dihadapkan gejolak ekonomi global yang masih berdampak ke berbagai aspek, termasuk harga BBM subsidi.
Baca Juga: Menkeu Sebut BBM Subsidi Bisa Habis Sebelum Akhir TahunSelain itu, adanya situasi-situasi dalam waktu ke depan berpotensi posisi inflasi yang mungkin sulit dikontrol.
“Ada proyek IKN, dan sebagainya situasi dalam waktu dekat. Jadi ini forumnya, sehingga kami bisa menyampaikan informasi terakhir yang kami dapatkan dari kementerian ke daerah masing-masing," ucap Sultan.
Dalam kesempatan sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, dampak paling besar dari gejolak harga ekonomi global berupa naiknya harga minyak dunia.
“Ini tujuannya shock yang sangat tinggi terjadi langsung menghantam kepada masyarakat, namun tentu APBN juga memiliki batas kemampuan untuk mengambil shock ini dan kita lihat memang harga pangan dan energi masih menjadi salah satu yang perlu kita waspadai," ujar Sri Mulyani.
Sri Mulyani memperkirakan jumlah subsidi energi dan kompensasi kemungkinan terus bertambah kalau tidak ada kenaikan harga BBM subsidi.
"Kalau kita lihat harga minyak masih di sekitar USD105 dan nilai tukar akibat adanya pengetatan moneter mengalami pelemahan sekitar lima persen di Rp14.750, maka jumlah subsidi yang sudah kita siapkan Rp502 triliun kemungkinan akan terlewati. Ini yang jadi persoalan di 2022," tutur Menkeu.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Bandung Terinfeksi, Kenali Gejala Awal HIV(zhd)