LANGIT7.ID - , Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu)
Sri Mulyani mengungkapkan, pemerintah menetapkan kuota
Pertalite sebanyak 23,05 juta kiloliter (KL) pada 2022. Namun, per Juli 2022 realisasi konsumsi Pertalite di masyarakat sudah mencapai 16,84 juta KL.
"Setiap bulan (konsumsi Pertalite) mencapai 2,4 juta KL. Kalau ini diikuti, akhir September 2022 sudah habis untuk kuota Pertalite," ujar Sri Mulyani, dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD RI, dikutip dari kanal Youtube DPD, Jumat (26/8/2022).
Baca juga: Tak Sejalan dengan PDIP, Rieke Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi dengan CatatanKuota Solar, pemerintah menetapkan kuota sebanyak 14,9 KL pada 2022. Realisasi konsumsinya per Juli 2022 sudah mencapai 9,88 juta KL.
"Jadi kalau tren ini diikuti, bulan Oktober 2022 habis juga kuotanya (Solar)," tutur Sri Mulyani.
Menurutnya, konsumsi
BBM subsidi yang meningkat serta hampir memenuhi batas kuota karena Pertalite dan Solar lebih banyak dinikmati orang kaya. Hanya sedikit anggaran
subsidi dan kompensasi BBM dinikmati oleh orang miskin.
"Solar dalam hal ini (subsidinya) dari Rp143 triliun, tapi sebanyak 89 persen atau Rp127 triliunnya yang menikmati adalah dunia usaha dan orang kaya," ucap Menkeu Sri Mulyani.
Sementara untuk Pertalite dari anggaran Rp93 triliun yang dialokasikan, sekitar Rp83 triliun dinikmati oleh orang kaya.
Baca juga: Pengamat Ekonomi: Kenaikan Harga BBM Bakal Menyulut Inflasi"Jadi dari total Pertalite yang kita subsidi 30 persen dinikmati orang kaya," katanya.
Sri Mulyani menyatakan, pemerintah sedang berupaya membuat kebijakan supaya BBM subsidi tepat sasaran.
"Karena memang orang tidak mampu dan miskin juga menikmati barang itu (BBM subsidi) tapi porsinya kecil," tutur Sri Mulyani.
Baca juga: BBM Akan Naik, Berikut Daftar Harganya di Seluruh SPBU Indonesia(est)