Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Pengamat Ekonomi: Kenaikan Harga BBM Bakal Menyulut Inflasi

mahmuda attar hussein Rabu, 24 Agustus 2022 - 13:50 WIB
Pengamat Ekonomi: Kenaikan Harga BBM Bakal Menyulut Inflasi
Ilustrasi kenaikan BBM akan sebabkan inflasi. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Pengamat ekonomi energi UGM, Fahmy Radhi menyebut, rencana kenaikan BBM bersubsidi bakal menyulut inflasi. Apalagi bila skema harganya sampai membenani masyarakat.

Kedua jenis BBM bersubsidi itu diperkirakan menyumbang inflasi hingga 1,97 persen. Dengan kontribusi Pertalite diperkirakan sebesar 0,93 persen dan Biosolar diperkirakan sebesar 1,04 persen.

"Padahal, inflasi pada Juli 2022 sudah mencapai 5,2 persen. Sehingga total inflasi akan mencapai 7,17 persen," ungkap dia dalam keterangannya, Rabu (24/8/2022).

Baca Juga: BBM Akan Naik, Berikut Daftar Harganya di Seluruh SPBU Indonesia

Menurutnya, angka itu akan memperburuk kondisi daya beli dan konsumsi masyarakat. Bahkan, bisa menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai dengan susah-payah dan naik mencapai angka 5,4 persen.

Inflasi sebesar 7,17 persen, lanjut dia, bakal berdampak pula pada naiknya harga kebutuhan pokok. Hal ini akan menambah beban rakyat, terutama masyarakat miskin.

“Dalam berbagai kesempatan, Presiden Joko Widodo menyebutkan opsi kebijakan subsidi BBM adalah tidak memberatkan beban rakyat miskin. Itu mengisyaratkan bahwa Jokowi tidak menaikkan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat ini karena taruhannya cukup besar," ujarnya.

Beban APBN untuk subsidi energi sendiri memang cukup besar, yaitu mencapai Rp502,4 triliun. Namun, angka itu merupakan total anggaran subsidi energi, seperti subsidi BBM, LPG 3 kilogram, dan listrik.

Realisasi yang dikeluarkan (cash out flow) per 31 Juli 2022 untuk total subsidi energi baru sebesar Rp88,7 trliun, dengan realisasi anggaran subsidi BBM dan LPG 3 kilogram baru sebesar 62,7 triliun rupiah.

“Berdasarkan komposisi tambahan pemasukan dan pengeluaran APBN 2022, sesungguhnya tidak ada urgensi menaikkan harga BBM bersubsidi pekan ini, bahkan tidak juga tahun ini," tegasnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, saat ini pemerintah sedang berhitung untuk menaikkan harga BBM subsidi.

Sebab, selama ini subsidi yang dikeluarkan lewat APBN untuk menahan harga BBM sudah terlalu membebani negara.

"Menaikkan harga Pertalite yang kita subsidi cukup banyak dan juga itu solar, modeling ekonominya (hitung-hitungan) sudah dibuat. Mungkin minggu depan Pak Presiden akan umumkan mengenai apa dan bagaimana mengenai kenaikan harga ini," kata Luhut pada Jumat (19/8/2022) lalu.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)