LANGIT7.ID-Dunia bisnis dan masyarakat umum seperti bermain catur dengan pemerintah: masyarakat menebak pemerintah mau melangkah apa, dunia bisnis mencari peluang langkah apa yang menarik untuk mendapat keuntungan. Masyarakat juga merespons misalnya dengan menahan uangnya untuk ditabung dan berjaga jaga, diinvestasikan pada sektor ritel atau sektor modal, apakah mereka berani berbelanja yang kemudian menggairahkan ekonomi.
Pemerintah mempunyai pilihan untuk mengumumkan setiap langkah seperti era sekarang dipelopori oleh menkeu atau era sebelumnya yang cenderung diam diam melakukan berbagai langkah kejutan. Dengan diam dan kejutan maka langkah sebaliknya yang membuat kebijakan menjadi mandul dapat dihindari. Sedangkan langkah terbuka mungkin akan menyebabkan respons rasional yang membuat kebijakan diantisipasi sebaliknya, misalnya ketika pemerintah dan bank sentral menggelontorkan uang, maka dunia bisnis memiliki dua pilihan, pertama menyerap kelebihan uang tersebut dengan mengekpansi bisnis menambah produksi nasional dan menyerap tenaga kerja baru, pertumbuhan ekonomi, atau merespon dengan kenaikan harga saja, dengan jumlah produksi nasional yang ada tetapi dijual dengan harga baru.
Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Belum Dibagi Sudah Merata Uang yang digelontorkan muaranya tetap ke pengusaha, tetapi efeknya berbeda yang pertama menyebabkan pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja dan kedua hanya akan menambah inflasi di mana produksi relatif tetap dan menyebabkan hidup rakyat makin sulit. Masyarakat lebih lebih sekarang di era informasi cepat menyebar adalah pelaku ekonomi yang memiliki harapan rasional (rasional expectation) mereka akan mempertimbangkan setiap langkah pemerintah untuk direspons dengan penuh pertimbangan yang masuk akal.
Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Membuat Sektor Informal yang KuatBaca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Pemaduan Zakat dan PajakLangkah pemerintah dan juga misalnya aparat hukum, dalam drama hukum akhir akhir ini akan terbaca dengan baik dan tersebar luas di masyarakat. Daripada menyembunyikan sesuatu dan menyebabkan masyarakat melakukan langkah sebaliknya yang membuat mandul berbagai langkah pemerintah sebagai pemimpin bangsa lebih baik terbuka lebar dan mengajak serta partisipasi masyarakat.
Gotong royong perlu direvitalisasi dalam relasi modern dan kompleks seperti sekarang ini. Visi pemerintah harus bisa diterima menjadi visi bersama, berkolaborasi melakukan perubahan yang efektif. Tentu saja hanya akan bisa jika kue - nilai tambah - dinikmati juga secara bersama. (Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah)
(lam)