Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Kolom Ekonomi Syariah: Upah Mayoritas Rakyat Menurun

tim langit 7 Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB
Kolom Ekonomi Syariah: Upah Mayoritas Rakyat Menurun
Oleh: Prof Dr Bambang Setiaji

LANGIT7.ID-Upah di sektor informal yang merupakan tempat kerja mayoritas rakyat kita menurun. Ketika upah di sektor formal meningkat karena imbas dari penetapan upah minimum (UM) upah di sektor informal tidak serta merta naik, bahkan sedikit menurun. Lebih lebih dalam bentuk upah riel yaitu upah dibagi rata rata harga barang yang setiap tahun naik sekitar 3 persen. Artinya dalam bentuk barang dan jasa upah sektor informal yang merupakan mayoritas pekerjaan rakyat menurun.

Upah di sektor informal menurun disebabkan oleh kesesakan di sektor formal, tenaga kerja muda meluber ke sektor informal. Prospek usaha yang kurang baik di sektor informal karena kepadatan pemain dan variasi usaha yang kurang menyebabkan volume usaha menurun per unit usaha dan kemampuan membayar upah juga menurun.

Sektor terbesar dari pekerjaan informal adalah bidang makanan dan pemain di bidang ini meningkat pesat yang menyebabkan volume usaha dan kemampuan membayarnya melemah. Perkiraan upah di sektor informal hanya sekitar 60 sampai 70 persen upah minimum.

Para pekerja informal umumnya adalah pekerja kota yang berasal dari desa, yang merupakan subsidi pedesaan untuk perkotaan. Pola umum ekonomi kita menyerap surplus rakyat untuk menopang kehidupan elite yang semakin nyaman. Ketika upah di sektor informal menurun para elite ekonomi dapat dilayani dengan biaya layanan yang semakin rendah dan menyebabkan gaya hidup makin nyaman di atas.
Fenomena jasa murah di berbagai bidang salah satunya yang mudah terlihat loundry kiloan yang murah dan menjamur menggambarkan gaya hidup nyaman di lingkaran elite. Namun demikian itulah cara berbagi alami dari sistem ekonomi.

Ekonomi berkembang dalam keseimbangan yang sakit. Sama dengan tubuh kita ketika makan terlalu enak untuk menjaga keseimbangan komposisi darah yang banyak garam dan gula maka tensi dan kerja jantung harus dinaikkan. Demikian juga keseimbangan ekonomi juga tetap seimbang tetapi sakit. Dalam hal kesehatan, kerja jantung diimbangi dengan nafas tersengal, seperti itu juga dalam ekonomi. Tetapi ekonomi selalu seimbang hanya saja dalam keadaan juga nafas yang tersengal, wujudnya adalah dari jarak gaya hidup.

Baru baru ini netizen dihebohkan oleh ulang tahun elite politik di salah satu hotel berkelas di Perancis. Sebenarnya hal tersebut wajar saja bagi keamanan pemimpin negara besar, tetapi karena nafas rakyat tersengal karena keseimbangan yang tidak sehat maka seolah merupakan peristiwa besar dan menjadi viral.

Para elite hendaknya pandai pandai menjaga diri, jangan mempertontonkan kebiasaan hidup nikmat. Presiden Jokowi bagaimanapun mengerti dan berhasil dalam hal ini dengan menetapkan mobil kijang sebagai mobil dinas menteri, dan keluarga presiden termasuk the first lady tidak naik di kelas bisnis pada maskapai umum. Walaupun hal tersebut bersifat kampanye politik atau pencitraan untuk menarik simpati masyarakat tetapi bagaimanapun hal lumayan untuk mengobati sesak nafas ekonomi yang berkepanjangan dan kelihatannya merupakan pola tetap yang dapat diterima dalam kehidupan ekonomi kita.

Mengapa dapat diterima ? Jawabannya adalah daripada menganggur maka pekerjaan informal dengan upah pada posisi yang jauh di bawah Upah Minimum (UM) tetap diterima. Sekali lagi ditegaskan bahwa yang penting rakyat bisa makan, maka kesenjangan yang ada masih dapat diterima dan tidak akan menimbulkan social unrest.

Local wisdom yang diajarkan oleh Pak Harto, perut rakyat harus kenyang.
MBG misalnya para pakar ekonomi mengatakan terlalu besar memakan porsi dari APBN yang menanggung banyak hutang dan subsidi. Akan tetapi jika direfendum 70 sampai 80 persen rakyat akan menyetujui MBG.

Keputusan membelanjakan uang negara adalah keputusan politik walaupun mungkin tidak terlalu rasional bagi para ahli APBN. Tetapi karena hal itu merupakan pilihan publik, maka para ahli ekonomi yang juga merupakan bagian dari elite bangsa harus menerimanya dengan legowo. Menerima dengan sedikit sesak nafas. (Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)