Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 Juli 2026
home wirausaha syariah detail berita

Perlu Regulasi Efek Pendesakan Usaha Pemerintah Kepada Usaha Rakyat

tim langit 7 Senin, 20 Juli 2026 - 09:10 WIB
Perlu Regulasi Efek Pendesakan Usaha Pemerintah Kepada Usaha Rakyat
Oleh: Prof Dr Bambang Setiaji

LANGIT7.ID-Efek pendesakan atau crowding out kelihatannya merupakan efek yang terlupakan pada berbagai kebijakan ekonomi akhir akhir ini. Tujuan pembangunan ekonomi adalah meningkatkan total produksi domestik dan menciptakan lapangan kerja. Efek pendesakan adalah fenomena yang harus dipertimbangkan jika pemerintah masuk pada suatu sektor ekonomi yang di area itu sudah terdapat pemain swasta baik yang besar dan UMKM, maka masuknya pemerintah tersebut akan menyebabkan matinya pemain swasta yang ada. Akibatnya total produksi domestik sebenarnya relatif tidak berubah dan juga pertambahan tenaga kerja yang diciptakan juga diimbangi dengan hilangnya pekerjaan dari pemain lama.

Siapa pemain lama itu? Bisa swasta besar yang kuat yang mungkin tidak bisa dikalahkan oleh pemerintah, misal sebagai contoh di industri penerbangan. Pemerintah yang kurang efisien justru dikalahkan dan mengorbankan banyak modal yang sangat langka adanya.

Sebaliknya pada swasta lemah terutama pada sektor yang banyak dipenuhi pemain kecil atau UMKM, pemerintah sangat perkasa. Kesuksesannya dibangun diatas cucuran air mata usaha rakyat. Hal ini yang sangat dikawatirkan pasa koperasi desa merah putih jika ruang komodoti mereka sama dan mereka bersaing head to head dengan UMKM.

Tetapi jika peran KDMP strategis dan tidak bersaing langsung atau bersifat sinergi maka crowding out mungkin bisa ditekan. Sektor strategis tersebut adalah sektor permodalan di mana UMKM selama ini mengahadapi harga modal yang mahal. Keberadaan KDMP bersifat sinergis tidak bersaing. Sangat membantu meringankan usaha rakyat. Satu formula yang harus dipegang adalah bersifat sinergis dan membantu usaha rakyat. Jangan sekali sekali menyaingi usaha rakyat kecil.

Di sektor riel KDMP boleh bermaian menjadi grosir komoditi strategis seperti penyalur minyak goreng, penyalur pupuk dan obat obatan pertanian, penyalur gula pasir, dan juga beras. Harus dibuat aturan main KDMP adalah grosir pantang menjual langsung. Kalo demikian halnya maka justru keberadaannya akan mendorong lahirnya usaha usaha baru sebagai pengecer di desa desa. Pemuda pemuda desa bisa menjadi tangan panjang KDMP.

Undang undang harus segera mengatur hal tetsebut di atas supaya pemerintah yang kuat tidak menyaingi usaha rakyaknya sendiri.

Pada sisi MBG hal tersebut sudah terjadi kesempatan bagus dengan budget 300 triliun bisa menjadi stimulan ekonomi rakyat. Jika MBG adalah voucher belanja makan sehat yang bisa dibelanjakan ke UMKM maka sungguh sangat dahsyat.

Tetapi MBG sepertinya sudah sangat pelik untuk menjalankan ide tersebut. Sinergi dengan UMKM masih memungkinkan di sisi bahan mentah. Namun terdapat indikasi tidak sesuai dengan lokalitas, sifatnya yang nasional misalnya justru membeli lauk sapi atau ayam daripada membeli ikan setempat yang lebih sehat. Ciri khas program pemerintah pusat yaitu keseragaman.

Sektor Modern

Di sektor modern, akhir akhir ini perguruan tinggi swasta menangis dengan penerimaan perguruan tinggi negeri dan UT negeri yang memborong seluruh tambahan mahasiswa dan bahkan mengambil ceruk swasta yang sudah exis.

Perguruan tinggi swasta yang juga merupakan usaha kelompok menengah modern banyak menangis. Suara suaranya yang keras hilang ditelan gelombang.

Di sektor perbankan juga sama, orientasi pemerintah ke bank negara menyebabkan persaingan yang timpang. Alternatifnya bank kecil harus diakuisi oleh bank besar. Dan, pola oligopoli akan terjadi.

Di sektor sektor lain tentu terjadi pola yang sama, ketika usaha suatu departemen pemerintah masuk di sektor swasta usaha rakyat. Bersaing dengan rakyatnya sendiri. Bahkan ditemukan departemen milik negara tega membuat warung kopi yang merupakan sektor usaha rakyat yang sudah sulit.

Industri Tinggi

Tugas pemerintah mestinya merintis industri tinggi. Misalnya pada mobil nasional hijau. Khususnya mobil listrik yang padat riset dan teknologi dan padat modal.

Di sektor tersebut akan membuka lapangan kerja yang sesuai dengan meningkatnya jumlah sarjana. Memajukan eknomi bangsa dan memberi kepercayaan diri bangsa.

Sayang sekali jika ide idenya hanyalah bagaimana mengalahkan UMKM usaha rakyat kita sendiri. (Ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan