Setelah lulus SMA, keduanya melanjutkan kuliah di universitas dan fakultas yang berbeda.
"Retno Jurusan Hubungan Internasional Universitas Gajah Mada dan Saya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia namun kami sama-sama berkiprah di dunia internasional menggeluti isue global," tulis istri dari ekonom, Tony Sumartono.
Begitu juga perjalanan karier mereka yang ditempuh berbeda. Retno Marsudi menjadi diplomat, sementara Sri Mulyani mengawali tangga kariernya dari dosen dan peneliti hingga menduduki jabatan strategis di IMF dan Worldbank.
"Kami berbeda karier dan perjalanan kerja - Retno adalah Diplomat sepanjang karier - dan Saya dari mulai Dosen dan Peneliti - Pengamat - Komisaris- IMF- hingga Worldbank - namun kami sama-sama berujung sebagai Pejabat Negara (Menteri),"
"Kami berbeda penugasan Menteri : Retno Menteri Luar Negeri - dan Saya pernah 3 posisi : Menteri Perencanaan Pembangunan/Bappenas- Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian. Namun kami sama-sama Menteri Perempuan Pertama di setiap jabatan tersebut," urainya.
Dalam unggahannya, Sri Mulyani juga menyinggung tentang keluarga. Sri Mulyani memiliki tiga orang anak sementara Retno dikaruniai dua anak laki-laki.
Belum lama ini, anak lelaki mereka sama-sama menamatkan pendidikan spesialis kedokteran di Universitas Indonesia.
"Anak kedua kami - sama-sama laki-laki - sama-sama Sekolah Spesialis Kedokteran Universitas Indonesia - namun Bagas anak Retno, mengambil Spesialis Penyakit Jantung- Adwin anak saya, mengambil Spesialis Penyakit Dalam,"
"Anak kami Sama-sama memulai program Dokter Spesialis empat tahun lalu - dan keduanya sama-sama selesai dan diwisuda pada hari yang sama," kata Sri Mulyani.
Pada Sabtu (13/9/2025), Sri Mulyani dan Retno Marsudi menghadiri wisuda anak mereka di Universitas Indonesia. Tanpa janjian terlebih dulu, keduanya datang mengenakan kebaya dengan warna yang sama.
"Retno dan saya - dua sahabat - banyak cerita dan perjalanan hidup kami berbeda, namun kami sama-sama perempuan dan ibu yang berkarier, bekerja dan selalu mencintai dan sekaligus dicintai dan didukung keluarga,"
"Sang Khalik mencipta kami berdua dengan garis tangan berbeda - namun jalur cerita hidup kami sering bersua bersama. Dan kami sungguh mensyukurinya," pungkasnya.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”