LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Rieke Diah Pitaloka menegaskan menolak kenaikan BBM bersubsidi jika data penerima subsidi BBM belum jelas dan transparan.
"Ketika data subsidi BBM belum secara jelas transparan, akurat dapat disampaikan, dan subsidi BBM-nya dari APBN naik terus, saya menyatakan secara pribadi paling tidak saya menolak kenaikan harga BBM subsidi," ujar Rieke dalam Rapat Kerja dengan Menteri BUMN dan Menteri Perdagangan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/82022).
Sikap Rieke itu tidak sejalan dengan sikap PDIP yang sepenuhnya menolak kenaikan harga BBM Bersubsidi. Sebelumnya, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menginstruksikan agar seluruh kader partainya baik yang duduk di DPR mendukung kenaikan harga BBM.
Baca Juga: BBM Akan Naik, Berikut Daftar Harganya di Seluruh SPBU IndonesiaSementara itu, Rieke meminta pemerintah memperbaiki data penerima subsidi BBM sebelum menaikkan harga. Itu karena penerima subsidi BBM harus benar-benar masyarakat tidak mampu.
Rieke menjelaskan, dana subsidi Rp502 triliun untuk subsidi merupakan angka yang sangat fantastis. Maka itu, sangat penting bagi pemerintah memperbaiki data penerima subsidi BBM agar tepat sasaran.
"Perbaiki dulu data penerima subsidi yang terintegrasi antara Kementerian Sosial dan kementerian lainnya, karena penerima subsidi BBM sejatinya adalah masyarakat miskin dan tidak mampu," kata Rieke.
Baca Juga: Pengamat Ekonomi: Kenaikan Harga BBM Bakal Menyulut InflasiRieke menegaskan, anggaran subsidi BBM tersebut harus sampai ke lapisan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Maka itu, dia meminta kementerian terkait membuka data penerima subsidi BBM dengan jelas dan transparan. Itu agar tidak terjadi penyimpangan terhadap alokasi subsidi BBM untuk masyarakat.
"Paling tidak boleh secara tertutup karena itu data sensitif, tetapi kami ingin mengetahui sebetulnya data penerimanya itu akurat atau tidak," tutur Rieke.
(jqf)