LANGIT7.ID-Jakarta; Pemerintah sedang bergerak cepat dan penuh koordinasi untuk memastikan keselamatan dua kapal milik Pertamina, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang saat ini sedang berada di kawasan Teluk Persia. Alhamdulillah, upaya diplomasi yang dilakukan mulai menunjukkan hasil. Luar biasa!
Menteri Luar Negeri melalui juru bicaranya, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyampaikan kabar gembira. Iran telah merespons positif dan memberikan persetujuan agar kapal-kapal kita bisa melintasi Selat Hormuz dengan aman. "Ini angin segar," ujarnya. "Saat ini, kita tinggal menuntaskan aspek teknis dan operasionalnya."
Tentu saja, keselamatan awak kapal adalah yang utama. Kementerian ESDM melalui Dwi Anggia menegaskan bahwa mereka terus berkomunikasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri. Bukan hanya soal muatan energi yang dibawa, tapi nyawa para kru di lapangan adalah prioritas nomor satu.
"Kami pastikan proses pelintasan ini aman dan lancar," tegas Anggia.
Langkah Siaga: Tidak Menunggu GentingPemerintah tidak hanya reaktif, tapi juga antisipatif. Atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Indonesia kini mulai mendiversifikasi sumber impor minyak mentah. Artinya, kita tidak hanya bergantung pada Timur Tengah.
Sepanjang 2025, Pertamina mengimpor 135,33 juta barel minyak mentah. Sekitar 19% dari Arab Saudi, sisanya dari Afrika, Amerika Latin, AS, hingga Malaysia. Bahkan untuk pasokan BBM, kita sudah punya kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia. Jadi, ketahanan energi nasional tetap terjaga.
Doa dan Dukungan dari RumahPertamina pun mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh pemerintah. Kini, Pertamina International Shipping (PIS) sedang merampungkan persiapan administratif dan operasional.
Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, mengajak kita semua ikut mendoakan. "Prioritas kami adalah keselamatan seluruh awak kapal. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini berjalan dengan baik," pintanya.
Mari kita bersama-sama mengawal dan mendoakan anak bangsa yang sedang bertugas jauh di sana. Semoga mereka selamat sampai tujuan.(*/saf)
(lam)