Outlook 2022, Sektor Pariwisata Masih Kedepankan Prokes dan Keamanan
Mahmuda attar hussein
Kamis, 27 Januari 2022 - 14:25 WIB
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Hariyadi Sukamdani. Foto: Langit7/Attar
Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) diharapkan dapat berkontribusi besar dalam perekonomian nasional. Apalagi, pemerintah juga memanfaatkan Presidensi G20 guna mendorong sektor parekraf kembali bergairah.
Selain itu, capaian vaksinasi Indonesia telah mencapai 60 persen dari total dosis ke-2 yang dijalankan. Ditambah lagi dengan peluncuran vaksinasi booster oleh pemerintah.
"Diharapkan immunity herd sudah tercipta di Indonesia sendiri," ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Hariyadi Sukamdani, di acara Indonesia Economic Outlook 2022: Strategi Pulihkan Sektor Parekraf di 2022, Rabu (26/1).
Baca juga: Indahnya Pantai Srakung, Pantai yang Diapit Dua Bukit
Dia menyebutkan, wisatawan mancanegara pada periode Januari-Oktober 2021 hanya mencapai 1,2 juta orang, dibandingkan pada 2019 yang mencapai 16 juta wisatawan.
Menurutnya hal itu turut berdampak pada pasar parekraf, terutama Bali dan Manado. Di samping itu, wisatawan nusantara juga mengalami penurunan, di mana puncaknya pada 2018 lalu mencapai 303 juta wisatawan.
"Sementara pada 2021 hanya mencapai 198 juta orang. Kontribusi PDB pada 2018 juga cukup besar, yakni 4,9 persen," sambungnya.
Selain itu, capaian vaksinasi Indonesia telah mencapai 60 persen dari total dosis ke-2 yang dijalankan. Ditambah lagi dengan peluncuran vaksinasi booster oleh pemerintah.
"Diharapkan immunity herd sudah tercipta di Indonesia sendiri," ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Hariyadi Sukamdani, di acara Indonesia Economic Outlook 2022: Strategi Pulihkan Sektor Parekraf di 2022, Rabu (26/1).
Baca juga: Indahnya Pantai Srakung, Pantai yang Diapit Dua Bukit
Dia menyebutkan, wisatawan mancanegara pada periode Januari-Oktober 2021 hanya mencapai 1,2 juta orang, dibandingkan pada 2019 yang mencapai 16 juta wisatawan.
Menurutnya hal itu turut berdampak pada pasar parekraf, terutama Bali dan Manado. Di samping itu, wisatawan nusantara juga mengalami penurunan, di mana puncaknya pada 2018 lalu mencapai 303 juta wisatawan.
"Sementara pada 2021 hanya mencapai 198 juta orang. Kontribusi PDB pada 2018 juga cukup besar, yakni 4,9 persen," sambungnya.