Langit7, Jakarta - Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) diharapkan dapat berkontribusi besar dalam perekonomian nasional. Apalagi, pemerintah juga memanfaatkan Presidensi G20 guna mendorong sektor parekraf kembali bergairah.
Selain itu, capaian vaksinasi Indonesia telah mencapai 60 persen dari total dosis ke-2 yang dijalankan. Ditambah lagi dengan peluncuran vaksinasi booster oleh pemerintah.
"Diharapkan immunity herd sudah tercipta di Indonesia sendiri," ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Hariyadi Sukamdani, di acara Indonesia
Economic Outlook 2022: Strategi Pulihkan Sektor Parekraf di 2022, Rabu (26/1).
Baca juga: Indahnya Pantai Srakung, Pantai yang Diapit Dua BukitDia menyebutkan, wisatawan mancanegara pada periode Januari-Oktober 2021 hanya mencapai 1,2 juta orang, dibandingkan pada 2019 yang mencapai 16 juta wisatawan.
Menurutnya hal itu turut berdampak pada pasar parekraf, terutama Bali dan Manado. Di samping itu, wisatawan nusantara juga mengalami penurunan, di mana puncaknya pada 2018 lalu mencapai 303 juta wisatawan.
"Sementara pada 2021 hanya mencapai 198 juta orang. Kontribusi PDB pada 2018 juga cukup besar, yakni 4,9 persen," sambungnya.
Namun, kata dia, saat ini restoran dan transportasi telah menunjukkan kenaikan, terutama di saat terjadinya pelonggaran PPKM. Kendati demikian, saat PPKM diketatkan maka akan berpengaruh signifikan terhadap sektor pariwisata.
"Jadi memang pariwisata ini sarat dengan kebijakan PPKM. Begitu pula dengan transportasi yang berjalan beriringan dengan pariwisata. Selain itu, tren okupansi juga menunjukkan geliat yang cukup baik," jelasnya.
Baca juga: Taman Sungai Mudal Wisata Sumber Mata Air Alami di Kulon ProgoMenurutnya, tren pariwisata yang sedang berkembang berasal dari wisatawan muda, dengan objek wisata alam. Hal itu dikarenakan konsumen sektor pariwisata yang menginginkan pengalaman baru dan menarik.
Di samping itu, Indonesia sendiri juga memiliki 1.831 Desa Wisata dari total 83 ribu desa yang ada. Di mana pihak pengelola juga terlihat semakin baik dalam pengelolaan desa wisata.
"Dari keseluruhan itu, ujung-ujungnya kita harus tetap mengedepankan protokol kesehatan dan keamanan. Sehingga dari sisi transformasi industri pariwisata kita akan mengarah kepada standar kesehatan dan keamanan untuk menjadi yang utama," tambahnya.
Baca juga: Kedung Kayang, Wisata Air Terjun Tertinggi di Jawa Tengah(zul)