LANGIT7.ID, Jakarta - Salah satu biro perjalanan daring Pegipegi optimis industri pariwisata akan terus tumbuh di tahun ini. Senior Corporate Communications Manager Pegipegi, Busyra Oryza meyakini bisnis perjalanan dan akomodasi jangka waktu 1-2 tahun ke depan akan tumbuh signifikan.
Menurut Busyra, jka mengacu pada hasil riset Google Indonesia, perjalanan udara domestik telah kembali pulih, dengan jumlah penumpang mencapai 37 persen dari jumlah penumpang di tahun 2019.
"Berdasarkan riset, ditemukan data bahwa satu dari tiga orang Indonesia juga berniat melakukan perjalanan internasional pada 2023," kata Busyra dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/1/2022).
Menurut dia, keyakinan itu juga berdasarkan hasil riset Pegipegi Travel Report 2022 yang menunjukan bahwa industri pariwisata dan ekonomi kreatif, terbukti cepat beradaptasi. Hasil ini juga menunjukan sejumlah solusi dalam melewati serta mengatasi dampak dari berbagai tantangan yang dihadapi.
"Ancaman resesi yang membayangi tahun ini menurutnya diprediksi tidak akan menyurutkan minat orang-orang untuk melancong. Oleh karena itu, kami optimistis proyeksi industri pariwisata akan semakin tumbuh seiring situasi yang perlahan pulih," ujarnya.
Baca Juga: Eksotisme Pantai Minang Rua jadi Incaran Wisatawan LokalSelama tahun 2022, kata Busyra, Pegipegi mencatat kenaikan yang cukup signifikan di semua lini pemesanan akomodasi dan transportasi. Dibandingkan periode tahun 2021, pemesanan akomodasi mengalami kenaikan sebesar 10 persen.
"Penerbangan sebesar 50 persen dan kereta api sebesar 90 persen. Selain itu, sejak diluncurkan tahun 2019, pemesanan produk bus dan travel di Pegipegi juga mengalami kenaikan lebih dari 200 persen dibandingkan tahun lalu," ujarnya.
Selanjutnya, berdasarkan hasil survei dalam Pegipegi, Travel Report 2022 terhadap lebih dari 450 responden pelanggan Pegipegi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, 80 persen responden tetap berencana traveling meski di bawah bayang-bayang risiko resesi ekonomi. Namun sekitar 19 persen belum memutuskan.
Bahkan, menurutnya sekitar 62 persen responden sudah memiliki lebih dari tiga rencana perjalanan untuk tahun depan.
"Mereka yang berencana traveling di tahun depan, sekitar 62 persennya ingin bepergian menuju destinasi domestik. Disusul 33 persen lainnya yang berencana mengombinasikan destinasi domestik dan internasional untuk agenda traveling mereka," ujarnya.
Terlepas dari konteks risiko resesi, pihaknya melihat kenaikan minat traveling sebesar 24 persen jika dibandingkan data pada tahun 2020. "Dalam Pegipegi Travel Report 2020, responden yang berencana traveling di tahun 2021 sekitar 56 persen dan 44 persen lainnya belum memutuskan," jelasnya.
Busyra menuturkan, data tersebut menunjukkan kekhawatiran keamanan dan keselamatan terhadap risiko Covid-19 sudah menurun seiring pulihnya situasi pasca-pandemi yang juga menumbuhkan antusiasme masyarakat melakukan traveling. Selain itu, isu resesi ekonomi global terlihat tak menyurutkan minat masyarakat untuk traveling.
"Sepanjang tahun 2022, kami juga menemukan sebanyak 49 persen responden telah melakukan perjalanan lebih dari lima kali. Sedangkan 44 persen lainnya melakukan perjalanan sekitar 2–5 kali," tuturnya.
Dia menambahkan, dalam survei ini terlihat juga durasi perjalanan traveling yang banyak diminati masyarakat Indonesia sepanjang tahun 2022. Dari seluruh responden, 62 persen melakukan traveling selama 1-3 hari dan 26 persen lainnya sekitar 4-7 hari.
Baca Juga: Wisata Kopi Potensial Dikembangkan di Tanah Air(zhd)