Indonesia Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2022-2023 Terus Membaik
Mahmuda attar hussein
Kamis, 27 Januari 2022 - 16:30 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Foto: Langit7/Istock
Pemerintah meyakini Indonesia semakin menunjukkan penguatan di sektor ekonomi pada tahun ini. Bahkan, hal itu juga akan berlanjut hingga 2023 mendatang.
Laporan World Economic Outlook (WEO) International Monetary Fund (IMF) edisi Januari 2022 mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,9 persen untuk tahun lalu. Sedangkan perekonomian global diprediksi mengalami moderasi ke level 4,4 persen di 2022 atau turun -0,5 percentage points dibandingkan WEO Oktober 2021 dan 3,8 persen di 2023.
“Kuatnya Perekonomian Indonesia yang sudah terlihat di ini dan bakal berlanjut ke 2023, menjadi bukti penanganan pandemi cukup baik, sehingga turut mempengaruhi pemulihan ekonomi Indonesia yang relatif cepat," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, dalam keterangannya, Rabu (26/1).
Baca juga: Indonesia Kenalkan Kopi Petani Lokal di Gelaran Expo Dubai
Hal itu disebut berkat dampak kebijakan penanganan pandemi dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang efektif di 2021. Ditambah lagi dengan fokus penciptaan tenaga kerja yang digarap pemerintah.
Febrio menjelaskan pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan turun dari 5,6 persen di 2021, menuju 4,0 persen di 2022, dan 2,6 persen di 2023. Dalam periode yang sama, proyeksi pertumbuhan Tiongkok adalah 8,1 persen, 4,8 persen, dan 5,2 persen.
Sedangkan di Eropa sebesar 5,2 persen, 3,9 persen, dan 2,5 persen. India diproyeksikan tumbuh tinggi sebesar 9,0 persen di 2021 dan 9,0 persen di 2022, dan kemudian mengalami moderasi menjadi 7,1 persen di 2023.
Laporan World Economic Outlook (WEO) International Monetary Fund (IMF) edisi Januari 2022 mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,9 persen untuk tahun lalu. Sedangkan perekonomian global diprediksi mengalami moderasi ke level 4,4 persen di 2022 atau turun -0,5 percentage points dibandingkan WEO Oktober 2021 dan 3,8 persen di 2023.
“Kuatnya Perekonomian Indonesia yang sudah terlihat di ini dan bakal berlanjut ke 2023, menjadi bukti penanganan pandemi cukup baik, sehingga turut mempengaruhi pemulihan ekonomi Indonesia yang relatif cepat," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, dalam keterangannya, Rabu (26/1).
Baca juga: Indonesia Kenalkan Kopi Petani Lokal di Gelaran Expo Dubai
Hal itu disebut berkat dampak kebijakan penanganan pandemi dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang efektif di 2021. Ditambah lagi dengan fokus penciptaan tenaga kerja yang digarap pemerintah.
Febrio menjelaskan pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan turun dari 5,6 persen di 2021, menuju 4,0 persen di 2022, dan 2,6 persen di 2023. Dalam periode yang sama, proyeksi pertumbuhan Tiongkok adalah 8,1 persen, 4,8 persen, dan 5,2 persen.
Sedangkan di Eropa sebesar 5,2 persen, 3,9 persen, dan 2,5 persen. India diproyeksikan tumbuh tinggi sebesar 9,0 persen di 2021 dan 9,0 persen di 2022, dan kemudian mengalami moderasi menjadi 7,1 persen di 2023.