home edukasi & pesantren

Pesantren Darul Fallah Makassar, Kelola Lahan 75 Ha untuk Kemandirian

Sabtu, 29 Januari 2022 - 15:00 WIB
Peletakan batu pertama asrama tahfidz putra Ponpes Darul Fallah, Makassar (foto: Suara Muhammadiyah)
Pondok Pesantren Darul Fallah (DF), Universitas Muhammadiyah Makassar, mengelola lahan seluas 75 Ha di daerah Bissoloro, Gowa, Sulawesi Selatan. Tujuan utamanya adalah kemandirian pesantren sekaligus menjadi laboratorium pendidikan Unismuh Makassar.

"Silakan kelola, minimal 3 Ha untuk sarana-prasarana pesantren, selebihnya dikelola untuk kemandirian pesantren," kata Rektor Unismuh Makassar, Ambo Asse, Saat membuka Workshop Tata Kelola Keuangan dan SDM Ponpes Darul Fallah di Kampus Unismuh Makassar, dikutip keterangan pers, Sabtu (29/1/2022).

Ambo Asse ingin lahan seluas itu dipergunakan untuk mewujudkan nama dan cita-cita Darul Fallah (yang berarti "Taman Pendidikan Petani"). Ia berharap para santri di pesantren tersebut memiliki bekal mumpuni sebelum terjun ke tengah masyarakat.

"Para santri dilibatkan dalam pengelolaan lahan sebagai ajang pembelajaran pertanian sesuai nama dan spiritnya pesantren, yakni Darul Fallah," kata Ambo Asse.

Ponpes Darul Falah sendiri telah didirikan BPH Unismuh Makassar pada 2007 silam. Unismuh juga menetapkan pesantren itu sebagai Lab School Unismuh Makkassar di Bissoloro.

Kehadiran Ponpes DF menjadi berkah tersendiri bagi Unismuh Makassar, mengingat perkembangannya yang sangat signifikan. 8.000-14.000 pendaftar tercatat sebagai mahasiswa baru dalam kurun waktu 2007 hingga 2016.

Namun, keterbatasan ruang kelas membuat pihak Unismuh hanya menerima 5 ribu mahasiswa baru saja. Dari penerimaan mahasiswa itu, Unismuh bisa membangun Gedung/Menara Iqra', membiayai akademik, gaji rutin semua staf universitas dan pengelola Darul Fallah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ekonomi pesantren peran pesantren kampus muhammadiyah universitas muhammadiyah darul fallah makassar
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya