Wawancara Khusus
Rektor IAI Tazkia: Masyarakat harus Mempelajari Metaverse secara Mendalam
Mahmuda attar hussein
Selasa, 01 Februari 2022 - 12:23 WIB
Rektor Institut Agama Islam (IAI) Tazkia Bogor, Murniati Mukhlisin. Foto: Instagram @murniatimukhlisin
Metaverse kian ramai diperbincangkan karena mengusung konsep masa depan. Di mana kegiatan aktivitas manusia, seperti sosialisasi dan transaksi jual-beli akan dilakukan melalui dunia virtual.
Namun, transaksi di dalam metaverse ini masih menimbulkan pro-kontra, khususnya bagi umat Islam. Di mana Non Fungible Token (NFT) dan mata uang kripto terkandung di dalamnya.
Seperti diketahui, Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ke-7 yang digelar pada 9-11 November 2021 di Jakarta, memutuskan larangan penggunaan mata uang kripto.
Baca juga: Mengenal Shinta VR, Bagian dari Teknologi Metaverse di Indonesia
Kendati demikian, umat Islam juga harus menyambut hal positif yang dihadirkan metaverse. Lantas bagaimana seharusnya umat bersikap dalam hal ini?
Berikut adalah wawancara khusus Reporter Langit7, Mahmuda Attar Hussein dengan Rektor Institut Agama Islam (IAI) Tazkia Bogor, Murniati Mukhlisin. Berikut nukilannya:
Bagaimana pandangan Anda soal Metaverse?
Namun, transaksi di dalam metaverse ini masih menimbulkan pro-kontra, khususnya bagi umat Islam. Di mana Non Fungible Token (NFT) dan mata uang kripto terkandung di dalamnya.
Seperti diketahui, Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ke-7 yang digelar pada 9-11 November 2021 di Jakarta, memutuskan larangan penggunaan mata uang kripto.
Baca juga: Mengenal Shinta VR, Bagian dari Teknologi Metaverse di Indonesia
Kendati demikian, umat Islam juga harus menyambut hal positif yang dihadirkan metaverse. Lantas bagaimana seharusnya umat bersikap dalam hal ini?
Berikut adalah wawancara khusus Reporter Langit7, Mahmuda Attar Hussein dengan Rektor Institut Agama Islam (IAI) Tazkia Bogor, Murniati Mukhlisin. Berikut nukilannya:
Bagaimana pandangan Anda soal Metaverse?