LANGIT7.ID - , Jakarta - Berbicara metaverse tak lengkap rasanya bila tidak menyinggung perusahaan teknologi yang mendukungnya. Meski belum banyak, namun beberapa perusahaan teknologi metaverse yang sudah mengambil
start sebelumnya.
Salah satu perusahaan teknologi lokal pendukung metaverse adalah Shinta VR, yang memfokuskan bisnisnya pada pengembangan dan perangkat
virtual reality. Saat ini Shinta VR memiliki tiga produk unggulan yaitu produk edukasi untuk sekolah, pelatihan pegawai perusahaan dan layanan
human development.
Baca juga: Mengenal Metaverse, Dunia Virtual yang Gencar Dikembangkan Bos FacebookMelihat ramainya pembahasan metaverse di awal tahun ini, Chief Investment Officer (CIO) Shinta VR, Antovany Reza Pahlevi mengatakan banyak perusahaan yang telah menginisiasi metaverse, meski masih dalam lingkup kecil.
"Beberapa klien kami sudah mulai melakukan berapa training di Metaverse. Karena jika di dunia nyata bujetny relatif mahal, maka itu mereka lakukan
training dalam bentuk virtual." kata Reza saat dihubungi Langit7.
Tak hanya dunia bisnis, Shinta VR juga merambah dunia pendidikan dengan mengedukasi komunitas guru di Indonesia akan teknologi
virtual reality. "Kemarin kami menguji coba
platform untuk komunitas guru-guru di seluruh Indonesia. Kami membina kurang lebih 5.500 guru di Indonesia untuk dilatih cara mengajar menggunakan teknologi VR," tambahnya.
Sebelumnya, Shinta VR mengadakan
gathering mateverse yang mempertemukan sesama pengguna dengan hanya memaksimalkan ponsel atau perangkat lain.
"Jadi mereka bisa ketemu secara virtual dengan avatarnya masing-masing dan ini sangat disambut baik oleh mereka," tandasnya. "Orang Indonesia sudah menanti-nanti Metaverse.".
Baca juga: Tertarik Beli Lahan Virtual di Metaverse? Begini CaranyaSebagai perusahaan berbasis teknologi, Reza mengaku masih kesulitan mencari kandidat yang paham akan teknologi VR. Permasalahan ini pun coba diatasi dengan melatih tenaga kerja atau
developer yang memiliki latarbelakang tekonologi yang baik.
"Mereka akan kami bina selama setahun untuk kemudian direkrut menjadi karyawan," tambah Reza.
(est)