Langit7, Jakarta - Metaverse menjadi ramai diperbincangkan setelah CEO Facebook mulai mengganti nama induk perusahaannya menjadi Meta Platform Inc. (Meta).
Diketahui, Mark menggelontorkan dana sebesar Rp140 triliun untuk membangun metaverse.
Metaverse disebutkan bakal mengubah cara manusia untuk bersosialisasi, bekerja, dan menjalankan bisnis. Lantas apa sih sebenarnya metaverse itu?
CEO Corporate Innovation Asia (CIAS), Indrawan Nugroho menjelaskan, metaverse untuk sekarang ini sebetulnya belum ada. Hal ini baru tersedia di dalam imajinasi para pengusaha besar yang visioner, seperti Bos Facebook, Mark Zuckerberg.
"Jika nanti (metaverse) benar-benar terwujud akan berpotensi mengubah cara kita menjalani hidup bersosialisasi, bekerja, dan berbisnis," jelas dia dikanal YouTube-nya Dr. Indrawan Nugroho.
Baca juga: Metaverse Bakal Untungkan Industri Perbankan, Benarkah?Bahkan, lanjut dia, metaverse juga akan mempengaruhi cara kerja kapitalisme. Sementara bagi perusahaan, metaverse berpeluang membuka kemungkinan tanpa batas untuk mendapatkan beragam keuntungan dengan cara yang sebelumnya tidak terbayangkan.
Sedangkan bagi para pelaku industri kreatif, khususnya bidang digital design dan gaming, metaverse menjadi secercah harapan untuk mengembangkan bisnis kreatif.
Metaverse dapat diartikan sebagai seperangkat ruang virtual yang dapat diciptakan dan jelajahi dengan orang lain, walaupun tidak berada di ruang fisik yang sama.
"Metaverse dimainkan dengan menggunakan perangkat virtual reality (VR), yang membuat Anda benar-benar merasa ada di dalam dunia virtual tersebut. Dengan dunia tiga dimensi yang menyerupai dunia sebenarnya," jelasnya.
Baca juga: Start Up Metaversev SHINTA VR Indonesia Menutup Pendanaan Fre Series AIndra menyebutkan, walaupun metaverse dihadirkan dalam bentuk virtual, tapi pengalaman yang dialami penggunanya bersifat real time dan permanen. Bahkan, segala aktivitas yang biasa dilakukan di dunia nyata juga bisa dilakukan di sana.
"Di metaverse, juga menghadirkan bentuk pekerjaan dan bisnis baru. Di mana Anda dapat mencari uang di metaverse untuk membeli tanah, rumah, baju, mobil ataupun karya seni digital dan mendapatkan sertifikat kepemilikan yang sah atas aset-aset digital itu," ungkapnya.
Aset itu, dijelaskannya, akan tetap dipegang secara sah oleh pemilik, selama tidak dijual ke orang lain. Dalam hal ini, jika barang yang dimiliki diminati oleh cukup banyak orang, maka akan mempengaruhi harga yang tinggi pula di pasar.
(zul)