home edukasi & pesantren

Tipologi Ulama Menurut Al-Ghazali

Rabu, 02 Februari 2022 - 18:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Ulama atau keulamaan dalam Islam memiliki derajat yang agung. Mereka tak hanya berbuat untuk diri sendiri, tapi menjadi pencerah di tengah-tengah umat.

Dalam Ihya' Ulumuddin, Imam Al-Ghazali membagi ulama menjadi dua tipe (tipologi) yakni ulama akhirat dan ulama dunia atau ulama yang buruk (al-'ulama al-suu'). Kedua tipe itu memiliki ciri-ciri yang bertolak belakang.

Al-Ghazali menyebut ada dua belas tanda-tanda ulama akhirat. Di antaranya ialah wara' dan zuhud, bersikap sederhana, serta melihat kehidupan Rasulullah SAW sebagai prototipe untuk diteladani.

Kedua, ulama akhirat menjauhkan diri dari para sultan (penguasa). Pada poin ini, Al-Ghazali menjelaskan bahaya yang terkandung jika dekat dengan penguasa adalah risiko bersikap munafik, menjadi segan dari menentang penguasa, bersusah kata (untuk menyenangkan sultan itu). Bahkan, ia menyebut dekat kepada penguasa merupakan kunci dari segala keburukan.

Ulama akhirat juga tidak tergesa-gesa memberi fatwa sebagai wujud kehati-hatian (al-hazm). Ini penyakit bagi orang pandai, kerap merak tak sabar mengeluarkan sebuah fatwa hanya karena ingin menunjukkan kepandaiannya.

Selanjutnya, ulama akhirat juga menunjukkan keselarasan lisan dan perilaku. Al-Ghazali menyandarkan poin ini pada Surah Shaff ayat 3. Allah Ta'ala berfirman, "(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."

Memiliki perhatian ke ilmu batin dan muraqabah juga menjadi ciri ulama akhirat. Meski demikian, mereka tidak malas bermujahadah dan mengharap kepada Allah yang kemudian akan berkemungkinan untuk memperoleh mukasyafah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ulama profil ulama ulama dunia imam al-ghazali pendapat ulama
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya